Tantangan Pendidikan Islam di Era Kecerdasan Buatan, Kemenag: Kiai tidak Tergantikan AI

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan Islam. Di satu sisi AI menawarkan kemudahan dalam proses belajar, namun di sisi lain kehadirannya dianggap tidak boleh menggeser tradisi keilmuan yang selama ini bertumpu pada hubungan langsung antara kiai dan santri.

Direktur Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), Kiai Basnang Said mengatakan, tantangan terbesar dunia pendidikan Islam di era kecerdasan buatan atau AI adalah bagaimana teknologi tersebut dapat diterima di lingkungan pesantren tanpa menghilangkan tradisi keilmuan yang selama ini menjadi ciri khas pesantren.

Baca Juga
  • Upah Memprihatinkan, Kemenag Harap Insentif Rp 1 Juta untuk Guru Honorer Madrasah Terealisasi 2027
  • Menelusuri Jejak Perang Uhud di Makam Para Syuhada, Petik Ibrah dari Ketaatan kepada Allah dan Rasul
  • Pemuda Nasdem Pakai Padel untuk Dekati Gen Z Jelang Kongres
Menurut Kiai Basnang, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun komunikasi dengan para kiai dan pengasuh pesantren agar AI dapat dimanfaatkan secara tepat di lingkungan pondok pesantren.

"Tantangan pertama tentu kita harus pelan-pelan masuk ke pesantren, utamanya melakukan komunikasi kepada kiai dan pengasuh pesantren agar AI ini tetap bisa masuk ke dalam pondok, tetapi kemudian tidak menjadi persoalan besar bagi pesantren," kata Kiai Basnang kepada Republika di acara AI Teaching Power Impact Forum yang diselenggarakan oleh NU Care Global dan Microsoft, Senin (29/6/2026)

.rec-desc {padding: 7px !important;} Ia menjelaskan, pesantren memiliki tradisi pembelajaran yang menekankan pertemuan langsung antara santri dan kiai. Karena itu, kehadiran AI tidak boleh mengikis budaya belajar yang telah lama berkembang di pesantren.

Ciri khas santri yang belajar di pesantren - (Republika)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piala Dunia 2026: Gagal Bawa Korea Selatan ke 32 Besar, Hong Myung-bo Minta Maaf dan Resmi Mundur Sebagai Pelatih
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Piala Dunia 2026: Reaksi Pelatih Afrika Selatan Usai Dikalahkan Kanada 0-1 di 32 Besar, Akui Kalah Kualitas dari Tuan Rumah
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Krisis Penerus Perajin di Jawa Barat Jadi Perhatian Dedi Mulyadi, Maestro Tradisional Siap Digaji untuk Mengajar
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Sempat Viral Dahulu Sebelum Tertangkap, DPRD Beri Respons Menohok ke Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.