Gus Lilur Beri Catatan Kritis Perihal Aspek Tata Bahasa Saat Munas-Konbes NU

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kalangan warga akar rumput (nahdliyin) terus mengevaluasi dan menyoroti jajaran pengurus teras Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Salah satunya disampaikan kiai kampung sekaligus kader NU, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy.

BACA JUGA: Menjelang Muktamar ke-35 NU, Gus Lilur Dukung Nasaruddin Umar Jadi Calon Ketua Umum PBNU

Gus Lilur sapaan akrabnya memberikan catatan kritis terkait aspek tata bahasa dan akurasi kutipan dalam pidato resmi organisasi pada saat agenda Munas-Konbes NU di Bangkalan. 

Gus Lilur menjelaskan sebagai bagian dari tradisi intelektual pesantren yang lekat dengan kajian kitab kuning, akurasi pelafalan teks Arab (kaidah nahwu dan sharaf) merupakan tolok ukur penting dalam mimbar akademik keagamaan. 

BACA JUGA: Gus Lilur Minta Prabowo Copot Dirjen Djaka Utama, Begini Alasannya

Berdasarkan hasil simak tayangan langsung, dia memberikan catatan korektif terhadap khotbah yang disampaikan oleh Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar.

“Tulisan dan telaah ini merupakan bagian dari rekam jejak sejarah agar warga nahdliyin dapat menilai secara jernih kualitas figur kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membawa PBNU ke depan," ujar Khalilur melalui keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026).

BACA JUGA: Gus Lilur: Program MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Khalilur menyoroti materi kutipan hadis mengenai kemakmuran sebuah negeri yang dibacakan oleh Rais Aam. 

Dia mengidentifikasi teks tersebut bersumber dari kitab Nasihatul Muluk karya Imam Al-Ghazali.

Namun, dia menyayangkan tidak disebutkannya sumber rujukan asli tersebut sepanjang pidato berlangsung.

Selain masalah rujukan, kekeliruan mendasar yang disoroti adalah kesalahan pelafalan tahun Hijriah pada durasi awal pidato. 

Saat bermaksud menyebutkan tahun 1448 Hijriah, struktur kalimat Arab yang terucap justru bermakna 14.048 Hijriah (arba‘ata ‘asyar alfan wa tsamaniyah wa arba‘in). 

Menurut kaidah ilmu 'Adad dalam kitab Alfiyah Ibn Malik, penyebutan tahun yang tepat secara gramatikal Arab semestinya adalah tsamaniyah wa arba‘in wa arba‘imi’ah wa alf (dimulai dari satuan atau dari ribuan secara runtut).

Lebih lanjut, Gus Lilur merinci enam titik kekeliruan teknis saat Rais Aam membacakan draf naskah yang telah tersedia. 

Kekeliruan tersebut diidentifikasi mencakup empat kesalahan penempatan harakat kata dan dua kesalahan pada pelafalan kata.

Pada aspek kesalahan harakat, poin pertama terjadi saat Rais Aam melafalkan frasa bi badzlil was‘i yang semestinya dibaca badzlul wus‘i, sebuah frasa yang sangat populer dalam literatur usul fikih bab ijtihad. 

Kedua, pelafalan kalimat wa mulkuhum azmat dinilai kurang tepat, di mana bentuk yang benar berdasarkan konteks makna kepemimpinan adalah wa mallakahum azimmat.

Selanjutnya pada poin ketiga, penempatan harakat pada kata jaizun dinilai menyalahi kaidah nahwu sebagai objek kedua (maf'ul tsani), yang seharusnya dilafalkan jaizan. 

Keempat, terdapat kekeliruan sharaf pada lafal an anhi yang semestinya dibaca aninha karena diserap dari kata kerja dasar (fi'il mujarrad).

Sementara itu, pada aspek pelafalan kata, Khalilur menemukan dua kesalahan yang dinilai dapat mengubah makna teks asli dari kitab Nasihatul Muluk. 

Kesalahan tersebut meliputi pembacaan frasa li fadh lil ‘ibad yang seharusnya berbunyi li hifzhil ‘ibad untuk konteks menjaga kemaslahatan umat, serta pelafalan kata bis sawiyyah yang semestinya dibaca al-umur al-sirriyyah.

Gus Lilur menilai rentetan kekeliruan teknis kebahasaan tersebut menjadi indikator penting mengenai perlunya ketelitian tinggi bagi seorang pemegang otoritas tertinggi di dewan Syuriah PBNU. 

Terlebih, fungsi Rais Aam merupakan representasi tertinggi dari kealiman dan penjagaan tradisi keilmuan Islam di Nusantara.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Alasan Gus Ipul Menyebut Nama Nasaruddin Umar di Bursa Calon Ketum PBNU, Oalah


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengatasi Krisis Gas Industri Nasional
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Honda 0 α (Zero Alpha) Kepergok Jalani Uji Jalan di India?
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Sudah Diizinkan FIFA, 2 Eks Liga Eropa Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Garuda Kian Optimistis Juara
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Gangster Penyerang Warga di Johar Baru Ditangkap, Beraksi Demi Eksistensi di Media Sosial
• 34 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.