Motor dan Mobil Penyumbang Emisi Gas Tertinggi, Ini Solusi dari AHY

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ditemui usai rapat koordinasi Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) di Jakarta Senin (4/5/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emisi gas tertinggi terbesar berasal dari transportasi darat seperti mobil dan motor. Jauh lebih besar dari kendaraan laut, udara maupun kereta api.

Dalam paparannya di acara Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan energi menjadi penyumbang terbesar emisi gas. Jumlahnya mencapai 55,3%, salah satunya berasal dari transportasi sebesar 22%. Pada transportasi, AHY menjelaskan jumlah penyumbang terbesar kendaraan darat.

Baca: Pesawat di RI Masih Sering Delay, AHY Buka Suara

"Ini 22% transportasi ini, 89%-nya berasal dari mana? Darat. Darat termasuk motor dan mobil," kata AHY, Senin (29/6/2026).


Hal ini membuat transportasi hijau sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah mengurangi emisi gas dan polusi. Selain itu transportasi yang ramah lingkungan juga akan menekan biaya transportasi. Meski ada modal besar untuk mengkonversi kendaraan berbasis fosil bio menjadi baterai di investasi awal, namun dia meyakini dalam jangka panjang akan lebih baik.

Berikutnya adalah mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Harga minyak dunia sendiri bisa sangat fluktuatif karena perang yang terjadi di Timur Tengah, sumber terbesar energi tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan energi menjadi penyumbang terbesar emisi gas. Jumlahnya mencapai 55,3%, salah satunya berasal dari transportasi sebesar 22%. (CNBC Indonesia/Novina) Foto: (CNBC Indonesia/Novina)

Keberadaan kendaraan listrik juga bisa mendorong pertumbuhan industri nasional. Sebab selama ini import kendaraan listrik juga masih terbilang banyak.

"Mendorong pertumbuhan industri nasional. Ini penting atau tidak? Selama ini, kita masih banyak mengimport untuk kendaraan-kendaraan listrik. Betul ya? Walaupun juga sudah ada yang mengembangkan kendaraan roda dua," jelasnya.

Baca: AHY Umumkan RI Mulai Era Baru Avtur 'Hijau' di 2027, Ini Bocorannya

AHY juga mengapresiasi langkah Grab Indonesia untuk melakukan langkah-langkah mengurangi emisi gas dan polusi. Perusahaan telah memiliki 28 ribu kendaraan listrik dan akan bertambah hingga 42 ribu pada akhir tahun ini.

"Secara agresif, secara progresif, Grab Indonesia punya target-target untuk melakukan elektrifikasi. Untuk mengurangi emisi gas dan polusi udara," ucap AHY.


(npb/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Cetak SDM Unggul, Komdigi Ajak Kampus Bangun AI Talent Factory

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Makassar Tegaskan Pentingnya Integritas dalam Pengelolaan Dana BOS untuk Cegah Kemiskinan Terstruktur
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Wamendagri Dorong Pemda Perkuat Sistem untuk Hadapi Risiko Bencana
• 8 jam laludetik.com
thumb
Ternyata Gen Z Masih Butuh Weton dan Pamali
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026, Pahlawan Kemenangan Kanada Langsung Kirim Psywar ke Belanda dan Maroko
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Iran menolak rencana Prancis bersihkan ranjau di Selat Hormuz
• 1 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.