Jakarta, tvOnenews.com - Hempasan gelombang ombak pesisir pantai utara tak menyurutkan semangat ratusan peserta dari berbagai elemen untuk melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Mangunharjo, Semarang, Jawa Tengah.
Semangat itu terasa dalam kegiatan konservasi yang dilakukan PAMA Group (PT Pamapersada Nusantara) pada Kamis (25/6/2026). Selain menjadi agenda tahunan, penanaman ribuan bibit mangrove itu menjadi puncak Media Gathering PAMA Group 2026
Mengusung semangat kolaborasi untuk berkelanjutan, perusahaan pertambangan ini mengajak insan media dan civitas untuk menjadikan kegiatan ini sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung upaya rehabilitasi kawasan pesisir.
Agenda ini sekaligus menjadi upaya penyadaran bersama akan pentingnya menjaga ekosistem pantai, khususnya di Pantura Jawa, yang dewasa ini membutuhkan lindung alami dari abrasi serta penyerap karbon yang efektif.
"Ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Pesisir tidak hanya menjadi tempat hidup bagi spesies flora dan fauna, tapi juga menjadi benteng alami yang melindungi masyarakat dari abrasi atau gelombang pasang serta dampak perubahan iklim," ujar kata Abdul Nasir Maksum, Director of Human Capital, Corporate Culture, General Service & Social Responsibility PAMA, dilansir Minggu (29/6/2026).
"Jadi, kita ingin membuat mangrove yang ada di sana bisa mencegah abrasi dan kerusakan lingkungan. Ini relevan dalam pelestarian lingkungan," terangnya.
Sebelum kegiatan penanaman dilakukan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya konservasi ekosistem pesisir dan mangrove melalui sesi berbagi ilmu yang menghadirkan Prefesor Nana Kariada Tri Martuti; Kepala Sub Direktorat Konservasi Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Vania F Herlambang selaku environmental enthusiast yang juga dikenal sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2018.
"Yang menarik dan penting dari upaya PAMA Group ini adalah berkelanjutan, tidak tanam terus selesai," kata Profesor Nana.
Menurut akademisi UNNES tersebut, upaya pelestarian lingkungan oleh PAMA Group di pesisir Semarang ini juga relevan dengan program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang memiliki program 'Mageri Segoro'.
Nana menegaskan keberhasilan konservasi mangrove di pantai utara Jawa tidak dapat dilakukan oleh segelintir saja. Dibutuhkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, media, dan masyarakat agar upaya pelestarian dapat berjalan secara berkelanjutan.




