TABLOIDBINTANG.COM - Gangguan kandung kemih dan dasar panggul masih menjadi masalah kesehatan yang sering diabaikan. Padahal, sekitar 1 dari 8 perempuan mengalami keluhan seperti sulit menahan kencing (inkontinensia urin), beser (overactive bladder), hingga prolaps organ panggul.
Sayangnya, banyak yang menganggap kondisi tersebut sebagai dampak normal dari penuaan atau setelah melahirkan sehingga terlambat mencari pertolongan medis.
Menjawab kebutuhan tersebut, Siloam Hospitals Asri meresmikan Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic, pusat layanan terpadu yang menangani diagnosis, terapi, hingga rehabilitasi gangguan kandung kemih dan dasar panggul pada perempuan maupun laki-laki.
Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, MM, kepada awak media dalam sesi media briefing di Jakarta, Senin (29/6) pagi, mengatakan masih banyak pasien yang hidup dengan keluhan berkemih tanpa mengetahui bahwa kondisinya dapat diobati.
"Kami ingin memberikan akses terhadap layanan yang lengkap, mulai dari diagnosis, rehabilitasi hingga tindakan lanjutan dalam satu tempat. Gangguan kandung kemih dan dasar panggul bukan kondisi yang harus diterima begitu saja," ujarnya.
Didukung Teknologi Modern dan Tim Multidisiplin
Klinik ini mengusung konsep one stop service dengan melibatkan dokter spesialis urologi, female functional urology, neurourology, rehabilitasi medik, fisioterapi dasar panggul, neurologi, radiologi, akupuntur, hingga perawat terlatih dalam satu layanan yang terintegrasi.
Salah satu teknologi unggulannya adalah Video Urodynamic Studies (VUDS) yang mampu mengevaluasi fungsi kandung kemih secara real-time sehingga dokter dapat menentukan penyebab gangguan berkemih dengan lebih akurat.
Layanan ini juga dilengkapi pelvic floor physiotherapy untuk membantu pemulihan pasien dengan inkontinensia urin, overactive bladder, hingga rehabilitasi pascapersalinan maupun pascaoperasi.
Untuk kasus yang membutuhkan tindakan lebih lanjut, klinik ini didukung teknologi bedah robotik yang memungkinkan prosedur dilakukan secara minimal invasif dengan tingkat presisi lebih tinggi.
"Didukung teknologi bedah robotik, kami mampu menghadirkan layanan yang semakin komprehensif, mulai dari diagnosis, rehabilitasi, tindakan minimal invasif hingga operasi robotik dalam satu pusat layanan terpadu," ujar dr. Fina Widia, Sp.U (K), spesialis urologi konsultan Female Functional Urology dan Neurourology.
"Inilah wujud nyata dari konsep komprehensif dan layanan terpadu satu pintu yang kami hadirkan bagi pasien," tambahnya.
Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, Sp.U(K), Ph.D, menambahkan stigma dan rasa malu masih menjadi alasan utama pasien terlambat berobat.
"Sebagian besar gangguan berkemih sebenarnya dapat didiagnosis secara akurat dan ditangani dengan baik apabila pasien datang lebih awal," katanya.
Melalui kehadiran Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic, Siloam Hospitals Asri berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa gangguan kandung kemih bukan sekadar masalah kualitas hidup, tetapi kondisi medis yang dapat ditangani secara komprehensif dengan dukungan teknologi modern dan tim multidisiplin.




