Viral Dugaan Larangan Misa Penghiburan di Cipayung Depok, Ini Duduk Perkaranya

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Peristiwa dugaan pelarangan ibadah misa arwah atau misa penghiburan di sebuah rumah duka di wilayah Cipayung, Kota Depok, viral di media sosial pada Minggu (28/6/2026) malam.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @depok24jam, terlihat kerumunan warga di depan rumah duka di Gang Haji Abdul Azis, Bulak Timur, pada malam hari.

Dalam narasi video disebutkan bahwa ibadah misa penghiburan dihalangi sejumlah pengurus lingkungan meski romo yang akan memimpin misa telah berada di lokasi.

Baca juga: Gudang di Cakung Jaktim Kebakaran, 65 Personel Damkar Dikerahkan

Namun, setelah dilakukan mediasi yang melibatkan pihak keluarga yang berduka, pengurus lingkungan, kepolisian, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, seluruh pihak sepakat bahwa insiden tersebut murni dipicu miskomunikasi.

Ketua Pemberdayaan Perempuan di Pemuda Batak Bersatu Kota Depok, Elsinar Simamora, yang mewakili pihak keluarga, menceritakan bahwa awalnya keluarga berniat mengadakan Misa Arwah di kediaman almarhum Laut Sihotang.

KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Ketua Pemberdayaan Perempuan Pemuda Batak Bersatu Kota Depok, Elsinar Simamora saat diwawancarai di depan Rumah Duka YLCC GBI Kamboja, Kota Depok, Senin (29/6/2026)
Ia berujar, pihak keluarga berkomunikasi dengan pengurus lingkungan, yakni RT dan RW setempat. Pengurus lingkungan kemudian memberikan izin untuk menggelar misa, tetapi tidak menjamin soal keamanan acara.

"Dibilanglah sama RT-nya 'Bagaimana Pak, aman Pak?' Terus dijawablah 'Silakan Bu, tapi kami tidak bertanggung jawab ya kalau ada apa-apa, keributan atau apa', gitu" ungkap Elsinar saat ditemui Kompas.com di Rumah Duka YLCC Depok, Senin (29/6/2026) malam.

Pernyataan tersebut ditafsirkan keluarga sebagai tidak adanya jaminan keamanan, sementara para tamu yang hendak mengikuti misa sudah berdatangan.

Kesalahpahaman itu kemudian memicu perdebatan di depan rumah hingga akhirnya keluarga memutuskan membatalkan pelaksanaan misa.

"Sudah diizinin, tapi tidak bertanggung jawab katanya. 'Tidak bertanggung jawab kalau ada massa nanti ke kalian.' Karena kami mau misa, mau misa arwah, jadi enggak jadilah, ribut-ribut, kami takut kan, batalkan saja," ucap Elsinar.

Trauma Kejadian Didemo saat Misa

Keputusan membatalkan misa juga dipengaruhi pengalaman traumatis yang pernah dialami keluarga sekitar 12 tahun lalu.

Baca juga: Warga Taman Royal Bakal Patungan Lagi untuk Bangun Gapura Baru, Anggaran Capai Rp 200 Juta

Elsinar menceritakan, saat itu keluarga Laut menggelar syukuran rumah setelah menempati kediaman tersebut. Karena almarhum Laut Sihotang dikenal sebagai tokoh umat Katolik, banyak jemaat dan kerabat sesama marga Batak yang hadir.

Namun, di tengah pelaksanaan misa, sekelompok massa datang dan membubarkan acara.

"Kejadian dulu, kami dibelilah rumah sama Bapak ini. Habis itu masuklah ke acara adat, diundang gereja semua untuk syukuran. Jadi pas lagi keadaan misa khotbah itu waktu itu, datanglah massa, langsung dilempar. Hancur-hancurin, diinjak-injak makanan yang mau dipakai di situ," ujar Elsinar.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pengalaman pahit itu pun membuat keluarga enggan melanjutkan kegiatan misa setelah adanya pernyataan tak ada jaminan keamanan dari warga sekitar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Minta UBK Ungkap Oknum Polisi yang Beri Uang Rp 20 Juta ke Ketua BEM FH
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Olahraga di Mana Saja, Minho SHINee Ikut Ajang Lari di Gelora Bung Karno
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Presiden Prabowo Serukan Persatuan Potensi Bangsa Lewat Sains dan Teknologi
• 19 jam lalucumicumi.com
thumb
Ivan Gunawan Ungkap Kondisi Ruben Onsu yang Tengah Jalani Umrah, Sebut sang Sahabat Tetap Bahagia
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Dedi Mulyadi Sentil Ketimpangan Sistem Tukin ASN, Sang Gubernur: Jomplang, Orang Tak Kerja Tunjangannya Lebih Tinggi
• 3 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.