Emiten kongsi grup Bakrie–Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendivestasi kepemilikan sahamnya sebesar 3,03% di PT Citra Palu Mineral (CPM). Adapun nilai transaksi dari aksi korporasi itu sebesar US$ 9,05 juta atau setara Rp 151,99 miliar.
Manajemen Bumi Resources mengatakan divestasi tersebut sebagai bagian dari proses transisi strategis dan diversifikasi usaha perseroan. Dalam transaksi tersebut, BUMI menjual kepemilikan sebanyak 24.999 saham Seri A dan 927.236 saham Seri C kepada anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Menurut manajemen, langkah ini mencerminkan strategi perseroan yang semakin berfokus pada aset-aset yang memiliki prospek jangka pendek dan berada dalam lingkup kepentingan pengendali. Melalui divestasi tersebut, BUMI juga dapat mengalokasikan kembali modal untuk mendukung berbagai inisiatif pertumbuhan sejalan dengan agenda diversifikasi bisnis perseroan.
“Perseroan tetap memiliki eksposur tidak langsung terhadap kinerja CPM melalui kepemilikan sahamnya di BRMS,” tulis manajemen BUMI dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (29/6).
Di sisi lain, pada Senin (29/6), BUMI juga menyatakan telah menyiapkan dana untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap I Tahun 2025 Seri A yang akan jatuh tempo pada 18 Juli 2026. Nilai pokok obligasi yang akan dibayar mencapai Rp48,75 miliar.
Emiten pertambangan batu bara itu membukukan laba bersih mencapai US$ 24,14 juta atau setara Rp 418,60 miliar pada kuartal pertama 2026. Perolehan ini naik 35,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 17,86 juta atau Rp 309,84 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, kenaikan laba BUMI ditopang pendapatan yang naik mencapai 19,75% dari US$ 348,77 juta atau Rp 6,04 triliun pada kuartal I 2025 menjadi US$ 417,65 juta atau Rp 7,24 triliun. Namun, beban pokok pendapatan juga naik 12,5% yoy menjadi US$ 334,8 juta dari US$ 297,5 juta.
Laba bruto perusahaan pada tiga bulan pertama tahun ini pun melonjak 61,6% secara tahunan menjadi US$ 82,8 juta dari US$ 51,2 juta. Sedangkan beban usaha naik 44,8% menjadi US$ 33,8 juta dari US$ 23,3 juta.
Laba usaha pun tercatat tumbuh sebesar 75,8% menjadi US$ 49,1 juta dari US$ 27,9 juta, dengan margin usaha meningkat dari 8% menjadi 11,7%. Manajemen menjelaskan, volume produksi dan penjualan BUMI naik secara tahunan. Produksi batu bara naik 12% secara tahunan menjadi 19,2 juta ton, sedangkan penjualan meningkat 14% secara tahunan menjadi 19,1 juta ton.
BUMI menetapkan target volume penjualan di kisaran 76–78 juta ton pada sepanjang tahun ini. Sedangkan harga rata-rata yang diproyeksikan berada pada rentang US$ 60 hingga US$ 62 per ton, dengan biaya tunai produksi diperkirakan sekitar US$ 43–US$ 44 per ton.
“Bumi Resources akan terus berfokus pada keberlanjutan perbaikan operasional yang telah dicapai pada kuartal pertama, menjaga disiplin alokasi modal, serta memajukan strategi diversifikasi guna membangun ketahanan terhadap siklus komoditas,” demikian penjelasan Manajemen Bumi, Kamis (30/4).




