Kemenag Ingatkan Umat Jangan Langsung Percaya Konten Dakwah AI di Media Sosial

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Di era Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, banyak kreator konten memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan teknologi tersebut untuk menghasilkan berbagai materi digital. Seiring pesatnya perkembangan AI, bermunculan pula konten dakwah di media sosial yang menampilkan gambar maupun video hasil rekayasa AI dengan visual yang sangat menyerupai manusia.

Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) RI, KH Basnang Said mengatakan, literasi penggunaan AI sangat penting dijelaskan kepada para santri dan masyarakat umum. Ketika muncul konten dakwah misalnya yang berkaitan dengan memaknai ajaran Islam, jangan langsung dipercaya.

Baca Juga
  • Lewandowski Tinggalkan Barcelona, Resmi Gabung Chicago Fire
  • Mendagri Dorong Kepala Daerah Perkuat Forkopimda Jaga Stabilitas Wilayah
  • Jepang Angkat Koper, Moriyasu Janji Samurai Biru Bangkit Lebih Kuat di Piala Dunia
"Jangan langsung percaya, karena bisa jadi itu adalah kamuflase permainan yang justru nanti akan menggerus apa yang dipelajari di pondok pesantren," kata Kiai Basnang kepada Republika di acara AI Teaching Power Impact Forum yang diselenggarakan oleh NU Care Global dan Microsoft, Senin (29/6/2026)

Kiai Basnang menegaskan bahwa penguatan literasi AI bagi masyarakat agar mereka tidak cepat percaya terhadap konten dakwah AI di media sosial. Bisa saja di dalam dunia maya, ada konten sepertinya sama persis dengan ajaran Islam tapi sesungguhnya tidak sama persis.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Ia juga mengingatkan, para kiai jamaahnya bukan hanya santri di lingkungan pesantren. Jamaahnya termasuk di majelis taklim dan umat secara umum. Sehingga institusi pesantren sebenarnya penting untuk memberikan pengajaran kepada umat secara umum yang menjadi jamaah kiai di pesantren.

Ciri khas santri yang belajar di pesantren - (Republika)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Global Memanas Usai AS-Iran Kembali Bentrok
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
DPW PKB NTT Bakal Tindak Tegas Kader yang Terlibat Intimidasi Dokter Icha
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Warga Ikuti Jalan Sehat Berhadiah Rumah hingga Umrah
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Roy Suryo Kesal Sidang Praperadilan Diganggu, Sebut Ada Pengacara Pendukung Jokowi
• 14 jam laludisway.id
thumb
Banyak Daerah Sulit Gaji PPPK Saat Akhir Tahun, Komisi II Cari Formulasi Pembiayaan
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.