Menjaga Penghuni Jeruji Nusakambangan dari Makhluk Penyerang Paru-paru

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

CILACAP, KOMPAS.com - Makhluk tak terlihat mata mengancam paru-paru para narapidana penghuni sel-sel di pulau kawasan Cilacap Jawa Tengah ini. Ribuan napi sudah jadi korban.

Negara menjamin bahwa setiap rakyatnya memiliki hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang layak, termasuk bagi ribuan penghuni kamar berjeruji besi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan.

Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menjalankan program Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis bagi seluruh warga binaan di Lapas Nusakambangan.

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Makhluk renik dengan dinding sel berlilin itu bisa menyerang paru-paru manusia, tak terkecuali paru-paru yang dimiliki para napi.

Pengecekan kesehatan di lapas yang terkenal berpengamanan tinggi ini menjadi simbol bahwa pelayanan kesehatan juga harus menjangkau seluruh warga negara, tanpa memandang status hukum.

KOMPAS.com/FIRDA JANATI Warga binaan di Lapas Nusakambangan sedang menjalani tes Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis pada Senin (29/6/2026).

Pada Senin (29/6/2026), setidaknya terdapat 4.842 warga binaan Lapas Nusakambangan serta 929 pegawai lapas yang menjalani tes kesehatan, termasuk skrining TBC, penyakit yang berisiko tinggi menyebar cepat di dalam sel tahanan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa penyebaran kasus TBC di dalam lapas memang cenderung lebih tinggi karena penderitanya hidup dalam lingkungan padat dan kurang ventilasi.

"Kenapa lebih tinggi? Karena kan dia confined (lokasi terbatas dan terkurung). Orangnya itu-itu saja, tidurnya juga dekat-dekatan, kegiatannya juga banyak di dalam ruangan, sehingga penularannya tinggi," tutur Budi di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (29/6/2026).

Baca juga: Menkes Minta Dukungan Skrining TBC Tiap Tahun di 532 Lapas

Namun, keterbatasan akses untuk beraktivitas di luar ruangan bukan berarti warga binaan lapas tidak berhak mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang sama.

Bagi Menkes, setiap masyarakat, tanpa terkecuali mereka yang sedang menjalani masa hukuman terberat sekalipun, tidak boleh ada yang diabaikan kesehatannya.

"Hak kesehatan mereka itu sama dengan hak kesehatan masyaakat yang hidupnya di luar lapas. Jadi warga biasa dan warga binaan itu hak kesehatannya harus sama," ucapnya.

Dari Lapas Nusakambangan ini, pemerintah sedang menunjukkan bentuk tanggung jawab pemimpin negara yang ingin memastikan hak setiap warganya tidak ada yang tertinggal.

Baca juga: Menteri Imipas Ungkap TBC Mudah Menyebar di Lapas, Overkapasitas Jadi Penyebab

Tembok tebal penjara kini bukan tidak lagi dijadikan sebuah alasan klasik untuk mengabaikan kondisi kesehatan setiap warga binaan yang rentan terpapar penyakit TBC.

Ada ribuan penghuni sel yang kena TBC

Dari data komparatif pada tahun 2025, angka prevalensi penyakit TBC di dalam lingkungan lapas sempat menyentuh angka 3,64 persen.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kita lihat kasus TBC pada lapas dan rutan menunjukkan data tahun 2025, angka prevalensi TBC di kalangan warga binaan lapas mencapai 3,64 persen atau 7.972 kasus aktif dari total 218.962 warga binaan pemasyarakatan," ujar Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hong Myung-bo Mundur dari Timnas Korea Selatan Usai Terima Ancaman Pembunuhan
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Gempa Magnitudo 6,6 Guncang Filipina, Belum Ada Laporan Korban Jiwa
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi
• 2 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Purbaya Jelaskan Alasan Insentif Kendaraan Listrik Molor
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kisah Pesepak Bola Putri Belia Terpilih dan Tampil di MikLife Soccer Challenge All Stars 2026: Perjuangan Tak Sia-sia, Orang Tua Bangga
• 22 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.