Teheran: Iran mengatakan bahwa tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pada tingkat apa pun dalam beberapa hari mendatang.
Pihak Iran menekankan bahwa prioritasnya tetap pada implementasi nota kesepahaman mereka tentang mengakhiri perang.
Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri dan tim negosiasi Iran, mengatakan kepada wartawan bahwa Teheran saat ini fokus pada memastikan implementasi ketentuan nota kesepahaman dan “secara serius mengejar” tuntutannya dalam hal itu, menurut kantor berita IRNA.
“AS telah mengeluarkan lisensi yang diperlukan berdasarkan Pasal 10 nota kesepahaman terkait penjualan minyak dan bahwa Iran sedang mengikuti proses implementasi,” ujar Baghaei, kepada IRNA, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa 30 Juni 2026.
Mengenai Pasal 11 tentang pelepasan aset Iran yang dibekukan, ia mengatakan proses implementasi juga sedang berlangsung dan bahwa delegasi ahli Iran akan melakukan perjalanan ke Doha akhir pekan ini untuk menindaklanjuti masalah tersebut.
Ia menambahkan bahwa Iran belum memasuki tahap Negosiasi untuk kesepakatan akhir, dengan mengatakan Pasal 13 memorandum tersebut menetapkan bahwa pembicaraan tentang kesepakatan komprehensif “hanya dapat dimulai” setelah implementasi Pasal 1, 4, 5, 10 dan 11 dan penegakannya yang berkelanjutan.
Baghaei juga membantah laporan tentang kemungkinan pertemuan dengan perwakilan senior AS di Doha selama kunjungan delegasi Iran, dengan mengatakan bahwa setiap perjalanan AS ke Qatar tidak akan ada hubungannya dengan misi teknis Iran di sana.
“Tidak akan ada pertemuan negosiasi dengan pihak Amerika di tingkat mana pun dalam beberapa hari mendatang,” kata Baghaei.
Memorandum kesepahaman Islamabad 14 poin antara Iran dan AS mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump setelah berminggu-minggu ketegangan regional yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Berdasarkan memorandum tersebut, Pasal 1 mencakup gencatan senjata dan penghentian operasi militer, Pasal 4 membahas front Lebanon dan pengaturan penarikan Israel. Sedangkan Pasal 5 mengatur navigasi sementara dan koordinasi keamanan di Selat Hormuz. Pasal 10 dan 11 masing-masing membahas ekspor minyak Iran dan akses ke aset yang dibekukan.




