Bisnis.com, JAKARTA — Produsen bir Anker, PT Delta Djakarta Tbk. (DLTA) akan membagikan dividen tunai kepada para investor senilai Rp144,91 miliar atau setara Rp181 per saham.
Corporate Secretary DLTA Ma. Joe De Castro Perucho mengatakan pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2026. Perseroan menetapkan dividen tunai sebesar Rp144.919.288.050 yang bersumber dari laba bersih tahun buku 2025.
"Perseroan menyampaikan rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 senilai Rp144,91 miliar atau setara Rp181 per saham," kata Perucho dalam keterbukaan informasi, Senin (29/6/2026).
Adapun cum dividen DLTA di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 3 Juli 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Juli 2026.
Selanjutnya, cum dividen di pasar tunai berlangsung pada 7 Juli 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 8 Juli 2026. Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date) ditetapkan pada 7 Juli 2026.
"Pembayaran dividen tunai DLTA dijadwalkan pada 24 Juli 2026," tutur Perucho.
Baca Juga
- Produsen Bir Anker (DLTA) Siapkan Ekspansi & Optimalisasi Merek di 2026
- Produsen Bir Anker (DLTA) Sambangi Balaikota, Bahas Dividen dan Bawa Rombongan San Miguel
- Delta Djakarta (DLTA) Gelar RUPS 19 Juni, Pemprov Jakarta Siap Panen Dividen
Perucho menuturkan jadwal pelaksanaan dan tata cara pembayaran dividen tersebut telah dikoordinasikan dengan BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Biro Administrasi Efek perseroan.
Perseroan juga menegaskan bahwa pembagian dividen tahun buku 2025 tersebut tidak akan memengaruhi kelangsungan usaha perseroan.
Sebagai informasi, Delta Djakarta membukukan laba bersih sebesar Rp149,91 miliar sepanjang 2025. Adapun saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat sebesar Rp720,47 miliar.
Sementara itu, total ekuitas DLTA mencapai Rp756,45 hingga akhir Desember 2025.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





