Dolar AS Berbalik Melemah usai Kenaikan 2 Minggu Beruntun

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026, setelah menguat selama dua pekan berturut-turut.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada data ketenagakerjaan AS yang dinilai akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Selain itu, pelemahan dolar dipengaruhi meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko seiring pulihnya pasar saham global.

Dikutip dari Investing.com, Selasa, 30 Juni 2026, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,3 persen menjadi 101,11. Meski demikian, indeks tersebut masih mencatat kenaikan sekitar 1,6 persen dalam dua pekan terakhir.

Baca Juga :

Wall Street Merekah: Nasdaq Melonjak 2%, Dow Catat Rekor


(Ilustrasi. Foto: Freepik) Investor menunggu data ketenagakerjaan Penguatan dolar dalam dua pekan terakhir didorong ekspektasi The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat menyusul masih tingginya tekanan inflasi di AS.

Namun, pada perdagangan Senin investor memilih menunggu serangkaian data ketenagakerjaan yang akan dirilis pekan ini untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan bank sentral AS.

Ekonom Senior Interactive Brokers José Torres mengatakan data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) berpotensi menjadi katalis baru bagi pergerakan dolar dan pasar obligasi apabila hasilnya lebih kuat dari perkiraan. Euro menguat, Yen masih tertekan Di Eropa, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menegaskan kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral didasarkan pada prospek inflasi jangka menengah.

Seiring pernyataan tersebut, euro menguat 0,4 persen menjadi USD1,1424. Sementara itu, pound sterling juga naik 0,4 persen menjadi USD1,3259.

Di Asia, yen Jepang masih berada di bawah tekanan. Pasangan USD/JPY naik tipis 0,1 persen menjadi 161,93.

Data terbaru juga menunjukkan penjualan ritel Jepang pada Mei meningkat 5,3 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 3,1 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Turun 1,28% ke 5.820, Saham Prajogo BRPT, TPIA, PTRO Loyo
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Magang Nasional 2026 Dibuka Juli, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aksi Purbaya Selamatkan RI dari Perang Bunga Bank, Ekonomi Ngegas Lagi
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Zodiak yang Paling Mudah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.