Spanduk dan poster tuntutan terbentang di depan Balai Kota Jakarta, Senin (29/6/2026). Sejak pagi, puluhan warga dari berbagai kampung di Jakarta berkumpul dalam satu barisan. Mereka datang bukan untuk merayakan usia Jakarta yang segera memasuki lima abad, melainkan untuk mengingatkan bahwa masih ada persoalan mendasar yang mereka nilai belum terselesaikan.
Peserta aksi berasal dari sejumlah komunitas kampung kota, antara lain warga Kampung Bayam, Kampung Tongkol Dalam, Rusun Sentra Mulya Jaya, dan Kampung Kembang Lestari. Meski menghadapi persoalan yang berbeda-beda, mereka membawa tuntutan yang serupa, yakni meminta Pemerintah Provinsi Jakarta menindaklanjuti berbagai komitmen yang selama ini telah disampaikan kepada warga.
Perwakilan warga Kampung Bayam berorasi dalam aksi damai. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Warga membentangkan poster tuntutan hunian yang layak. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Forum Rembug Kampung Kota menyerahkan hasil kajian terkait pengentasan kemiskinan. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Melalui tema ”Bergerak Bersama 5 Abad Jakarta yang Adil dan Menjamin Hak Warga”, warga yang tergabung dalam Forum Rembug Kampung Kota menaruh harapan. Mereka menuntut agar peringatan 500 tahun Jakarta tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi juga menjadi titik balik bagi pemenuhan hak-hak dasar warga.
Isu hunian menjadi salah satu sorotan utama. Warga Kampung Bayam kembali meminta kejelasan mengenai tempat tinggal yang layak. Selain itu, peserta aksi juga menyuarakan persoalan administrasi kependudukan, akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, serta perlindungan sosial yang dinilai masih perlu diperkuat.
Warga berdiskusi dengan perwakilan Pemerintah Provinsi Jakarta melalui pagar. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Spanduk aspirasi dalam aksi yang digelar Forum Rembug Kampung Kota. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Warga membawa gunungan yang terbuat dari hasil bumi. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Bagi mereka, pembangunan kota semestinya tidak hanya menghadirkan perubahan fisik, tetapi juga memastikan seluruh warga memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati layanan publik dan hidup dengan aman. Aspirasi tersebut disampaikan melalui orasi yang bergantian berlangsung di depan kompleks Balai Kota Jakarta.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kota yang lebih nyaman, mudah diakses, aman, dan membahagiakan seluruh warga. ”Kami terus meningkatkan layanan transportasi umum, memprioritaskan penyelesaian persoalan sampah, mengurangi banjir, serta mempercepat pembangunan infrastruktur yang terintegrasi,” ucapnya.
Warga membentangkan poster aspirasi dalam aksi damai. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Penampilan tari oleh anak-anak dari Kampung Bayam. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Anak-anak Kampung Bayam berpelukan setelah bernyanyi bersama. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengamini hal tersebut. Peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027 nanti menjadi momentum penting untuk mempersiapkan kota menghadapi tantangan global. Pembangunan di Jakarta akan terus mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan warganya (Kompas.id, 29/6/2026).
Menjelang lima abad, Jakarta terus berbenah sebagai kota global. Namun, bagi warga yang berdiri di depan Balai Kota siang itu, kemajuan kota tidak hanya diukur dari berdirinya gedung-gedung baru atau pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, mereka berharap perjalanan panjang Jakarta juga ditandai dengan semakin terjaminnya hak setiap warga untuk tinggal, belajar, bekerja, dan menjalani kehidupan yang lebih layak.





