Preview Prancis vs Swedia: Potter Tahu Diri, Deschamps Ingatkan Waspada

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, NEW JERSEY—Prancis memulai perjalanan babak sistem gugur Piala Dunia mereka menghadapi Swedia di babak 32 besar, subuh nanti. Ketajaman taji tim Ayam Jantan, julukan Prancis akan jadi teror di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey.

Le s Bleus menyapu bersih pertandingan mereka di Grup I dengan menghajar Senegal, Irak, dan Norwegia. Ketiga negara itu tidak bisa benar-benar menguji tim asuhan Didier Deschamps yang begitu tajam.

Sepuluh gol dalam tiga laga menjadi bukti sahih bagaimana berbahayanya lini serang Prancis. Terutama Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele yang sama-sama sudah mengemas empat gol.

Selain Mbappe dan Dembele, Prancis juga menebar teror lewat kelincahan, kecerdikan umpan, dan tembakan mematikan Michael Olise. Sementara Bradley Barcola dan Desire Doue bisa menjadi senjata kejutan yang tak kalah berbahayanya.

Pelatih Swedia, Graham Potter secara terbuka mengakui kekuatan Prancis. “Mereka adalah salah satu tim terbaik di dunia, dan kami jelas sangat menghormati mereka, tetapi kami benar-benar menantikan pertandingan ini,” kata Potter di web resmi Federasi Sepak Bola Swedia dikutip dari Goal.

Potter tak menutup mata pada besarnya bahaya yang bisa dihadirkan lini depan Prancis. Namun, pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa ancaman tim Ayam Jantan bisa dari semua lini dan pemain.

“Mereka memiliki pemain kelas dunia di setiap lini, mereka pernah memenangkan Piala Dunia sebelumnya, dan mereka memiliki pelatih yang tahu cara memenangkan pertandingan,” tegasnya.

“Jadi, ini merupakan tantangan yang sangat besar. Tapi itulah yang Anda harapkan dalam pertandingan babak gugur Piala Dunia,” lanjut mantan pelatih Chelsea dan Brighton & Hove Albion tersebut.

Potter meyakini bahwa ini akan menjadi pertandingan yang fantastis dan jenis pertandingan yang diimpikan setiap pemain sejak kecil. “Bermain di New Jersey melawan Prancis dalam pertandingan babak gugur Piala Dunia – tidak ada yang lebih besar dari itu,” tegasnya.

Di kubu Prancis, mereka tidak ingin terkecoh dengan komentar lawan. Pelatih Prancis, Didier Deschamps yang kembali ke timnya setelah pemakaman ibunya mengingatkan beratnya tantangan di babak sistem gugur.

“Kompetisi pertama telah selesai. Tetapi ada yang kedua. Bagi kalian yang sudah pernah bermain di Piala Dunia, di situlah segalanya berubah,” kata Deschamps kepada skuadnya dalam sebuah video yang dipublikasikan di akun Instagram tim.

Menurut Deschamps, melawan Swedia akan menjadi laga berbeda. “Setiap pertandingan bisa menjadi pertandingan terakhir kalian setelah setiap pertandingan,” ujarnya mengingatkan.

Asisten pelatih Guy Stéphan yang memimpin Prancis menghajar Norwegia dengan skor 4-1 di laga terakhir juga me-warning Mbappe dkk. Guy Stephan mengatakan, mereka terkadang terlalu santai di lapangan dan itu mesti mereka ubah.

“Yang sedikit kurang saya sukai, jika Anda ingin sedikit perfeksionis, adalah ada saat-saat ketika semuanya menjadi mudah dan kemudian kami tidak banyak berlari dan akhirnya kami memberikan peluang kepada lawan,” katanya di Reuters.

Guy Stephan melanjutkan, “Ini adalah sesuatu yang perlu kita perbaiki karena lawan akan semakin kuat. Saya tidak mengatakan bahwa Norwegia bukan tim berkualitas, tetapi mereka tidak menurunkan tim terbaik mereka.”

Bek tengah Prancis, William Saliba, diistirahatkan melawan Norwegia karena masalah punggung, tetapi ia dilaporkan ingin bermain meskipun kesakitan untuk membantu timnya melaju ke babak 16 besar.

Dayot Upamecano akan mempertahankan posisinya di lini pertahanan, sementara Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot dipastikan akan tampil dalam formasi gelandang bertahan ganda.

Sementara Swedia, mereka kehilangan Isak Hien sehingga Victor Lindelof kemungkinan besar harus dipindahkan dari lini tengah ke posisi aslinya di lini pertahanan dengan Lucas Bergvall akan bermain di tengah bersama Yasin Ayari.

Untuk lini depan, Swedia yang finis sebagai tim peringkat ketiga terbaik di fase grup akan menurunkan Anthony Elanga, Alexander Isak, dan Viktor Gyokeres sebagai trisula Si Biru Kuning.

Dalam lima pertemuan terakhir, Swedia menelan empat kekalahan melawan Prancis. Namun, perlu dicatat bahwa tiga dari empat kekalahan terakhir mereka melawan Les Bleus terjadi dengan selisih satu gol. (amr)

Prakiraan pemain

Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Upamecano, Saliba, Hernandez; Tchouameni, Rabiot; Olise, Dembele, Doue; Mbappe

Swedia (3-4-3): Zetterstrom; Lagerbielke, Lindelof, Gudmundsson; Bernhardsson, Bergvall, Ayari, Stroud; Elanga, Gyokeres, Isak


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asal-Usul Comfort Food dan Kenapa Istilah Ini Begitu Populer
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Babak Final 4th China-ASEAN Innovation and Entrepreneurship Competition Sukses Digelar di Vientiane, Laos
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Gelombang Panas, Slovakia dan Hungaria Catat Rekor Suhu 41 Derajat Celcius
• 10 jam laludetik.com
thumb
Dony Oskaria: Semua yang Diwajibkan LHKPN di BUMN Harus Lapor
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Banggar DPR Sodorkan Tambahan Belanja K/L Rp984 Triliun, Keputusan Akhir di Tangan Purbaya
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.