Nasib Pasar Saham Indonesia Ditentukan Eksekusi Kebijakan dan Stabilitas Makro

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Konsistensi pelaksanaan kebijakan dan stabilitas makroekonomi dinilai dapat menjadi pendorong pemulihan valuasi (rerating) saham Indonesia.

Nasib Pasar Saham Indonesia Ditentukan Eksekusi Kebijakan dan Stabilitas Makro. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Konsistensi pelaksanaan kebijakan dan stabilitas makroekonomi dinilai dapat menjadi pendorong pemulihan valuasi (rerating) saham Indonesia.

Analis UOB Kay Hian dalam riset pada 26 Juni 2026 menyebut perbaikan sentimen pasar perlu didukung oleh langkah nyata dari pemerintah agar penguatan indeks saham memiliki fondasi yang lebih kuat.

Baca Juga:
Momentum 8 Dekade BNI, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menjadi salah satu indeks saham dengan kinerja terburuk di dunia sepanjang tahun ini, turun 34,19 persen year to date, ke level 5.691 pada intraday Selasa (30/6/2026), pukul 10.19 WIB.

Meski IHSG telah mengalami pemulihan setelah menyentuh level terendah pada awal Juni, kenaikan tersebut dinilai lebih banyak didorong oleh membaiknya sentimen investor, bukan karena adanya peningkatan fundamental pasar.

Baca Juga:
Bobot Indonesia di Indeks MSCI Susut, dari Hampir 3 Persen Kini Tinggal 0,5 Persen

“Meningkatnya kredibilitas kebijakan, meredanya kekhawatiran terhadap regulasi, optimisme terkait keputusan MSCI, serta berkurangnya risiko geopolitik telah menopang kenaikan pasar. Namun, agar penguatan saham dapat berlanjut secara berkelanjutan, diperlukan konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan serta stabilitas makroekonomi,” tulis analis UOB.

Menurut UOB Kay Hian, otoritas pasar modal Indonesia memiliki waktu hingga November untuk membuktikan efektivitas reformasi terkait transparansi dan tata kelola.

Baca Juga:
IHSG Turun Lebih dari 2 Persen, BBCA Gap Down hingga Melemah 4 Persen

Langkah tersebut menjadi penting untuk mencegah risiko penurunan status Indonesia dari emering market menjadi frontier market oleh MSCI.

Analis UOB Kay Hian menilai keberhasilan pemerintah dalam memperkuat tata kelola pasar, menjaga stabilitas ekonomi, serta menjalankan kebijakan secara konsisten dapat membuka peluang re-rating bagi saham Indonesia.

Dengan katalis tersebut, perusahaan sekuritas itu mempertahankan target IHSG akhir 2026 di level 7.500. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melihat Kenaikan Suhu Permukaan di Eropa dari Tahun ke Tahun
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
3 Zodiak yang Paling Susah Move On dari Mantan
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
4 Tips Mengatur Waktu Belajar Agar Fokus
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
BPK Beri Opini WTP Laporan Keuangan 97 K/L di 2025, Kecuali Bapanas
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ini Pengakuan Sopir Truk yang Tabrak Sejumlah Pengendara di Bekasi
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.