Berdasarkan data Investing per pukul 09.13 WIB, tekanan terhadap Rupiah terlihat seiring penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan sejumlah mata uang regional.
Baca juga: Mata Uang Rupiah Tertekan Gegara Indeks Dollar AS Kerap Menguat
Mata uang Dolar AS terhadap Rupiah tercatat naik 0,35 persen atau bertambah 62,8 poin ke posisi Rp17.885 per dolar AS. Penguatan tersebut juga terjadi seiring kenaikan Indeks Dolar AS yang berada di level 101,052 atau menguat 0,17 persen.
Selain dolar AS, sejumlah mata uang lain juga tercatat menguat terhadap Rupiah. Ringgit Malaysia mencatat kenaikan terbesar dengan penguatan 0,49 persen ke level Rp4.405,87.
Kemudian Yuan Tiongkok naik 0,21 persen ke posisi Rp2.632,69, disusul Dolar Singapura yang menguat 0,14 persen menjadi Rp13.826,27.
Sementara itu, Baht Thailand naik 0,14 persen ke level Rp537,24, dan Yen Jepang bertambah 0,08 persen ke posisi Rp110,31. Di sisi lain, Euro relatif stabil di kisaran Rp20.363.
Adapun Rupiah masih mencatat penguatan terhadap Won Korea Selatan (KRW/IDR) yang turun 0,26 persen ke level Rp11,54. Harga Emas Dunia Turun Dari pasar komoditas, harga emas dunia juga bergerak melemah. Emas (XAU/USD) turun 1,47 persen atau terkoreksi 59,02 poin ke level USD3.957,64 per troy ons. Pelemahan harga emas terjadi di tengah penguatan dolar AS yang berpotensi mengurangi daya tarik logam mulia sebagai instrumen lindung nilai.
Pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan moneter global serta perkembangan sentimen ekonomi yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar dan aset komoditas dalam jangka pendek.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)





