VIVA – Gelandang Timnas Prancis, Adrien Rabiot, menegaskan bahwa timnya takkan meremehkan Swedia jelang duel di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dia menekankan bahwa laga bisa menjadi sulit.
Les Bleus akan berjumpa dengan Swedia di MetLife Stadium, East Rutherford pada Rabu (1/7/2026) esok pagi WIB. Mereka menjadi unggulan sejati untuk meraih kemenangan di sini.
Tim asuhan Didier Deschamps melewati fase grup dengan gemilang. Mereka menang tiga kali atas Irak, Senegal, dan bahkan Norwegia, yang ditekuk dengan skor 4-1.
Kylian Mbappe sudah mencetak empat gol, selagi Ousmane Dembele menyusul dengan tiga gol. Prancis, selaku tim finalis Piala Dunia 2022, menjadi kandidat unggulan untuk juara pada edisi kali ini.
Namun demikian, unggulan sekalipun tidak akan menjamin kelolosan di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pada pagi ini, Selasa (30/6/2026), Jerman tersingkir setelah kalah adu penalti melawan Paraguay.
Adrien Rabiot mengingatkan bahwa Prancis perlu mewaspadai berbagai hal seiring dengan kelolosan mereka dari fase grup. Swedia juga punya tim yang kuat di bawah asuhan Graham Potter.
Para pemain seperti Alexander Isak, Anthony Elanga, dan Viktor Gyokeres mampu menjadi senjata untuk Swedia menyakiti Prancis. Rabiot menekankan bahwa segalanya bisa terjadi selama di lapangan hijau.
“Kami memiliki kuartet penyerang yang juga berupaya keras dalam bertahan, mencoba menjaga disiplin tertentu. Terkadang kita harus mengambil risiko. Seiring berjalannya kompetisi, kita mungkin perlu menyesuaikan beberapa hal, melakukan sedikit lebih banyak,” katanya, dilansir dari GFFN.
“Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas. Kami menanggapi pertandingan ini dengan sangat serius. Kami mendengar dari luar bahwa kami akan menjadi favorit mutlak. Apa pun bisa terjadi,” tambahnya.
Sebagai informasi, Swedia lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik di fase grup. Mereka finis ketiga di Grup F di belakang Belanda dan juga Jepang.
Tim asuhan Graham Potter mengawali turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia. Namun, mereka kemudian menderita kekalahan dengan skor serupa dari Belanda.
Pada duel terakhir, ketika membutuhkan kemenangan untuk menjadi runner-up, Swedia tertahan dengan skor 1-1 melawan Jepang. Mereka finis dengan raihan poin sama dengan Samurai Biru namun kalah selisih gol. (rda)





