Informasi tersebut disampaikan pada Senin (29/6) dan dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.
Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut saat bertemu dengan seorang ulama senior di Provinsi Qom, Iran bagian tengah. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan sejumlah perkembangan yang disebut sebagai hasil dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian yang baru disepakati antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurut Pezeshkian, total aset Iran yang masih tersimpan dan dibekukan di Qatar mencapai sekitar USD12 miliar.
Baca juga: Iran Kecam Pernyataan AS yang Dinilai Bertentangan dengan Isi MoU Perdamaian
Pemerintah Iran, kata dia, kini tengah melakukan berbagai langkah lanjutan untuk memulangkan sisa dana tersebut secara bertahap. Ia menilai MoU yang telah dicapai dengan Amerika Serikat menjadi pencapaian penting bagi negaranya. Presiden Iran menyebut kesepakatan tersebut membuka jalan bagi pencabutan sejumlah pembatasan terhadap ekspor minyak dan produk petrokimia Iran yang selama ini dikenai sanksi.
Pezeshkian juga mengklaim bahwa Amerika Serikat pada akhirnya mendorong Israel menerima kesepakatan perdamaian tersebut, meski menurutnya masih terdapat sejumlah pihak yang menolak implementasinya.
Di sisi lain, Presiden Iran kembali menegaskan bahwa program nuklir negaranya tidak ditujukan untuk mengembangkan senjata nuklir. Ia mengatakan aktivitas nuklir Iran akan tetap disesuaikan dengan kebutuhan nasional dan dijalankan sesuai kebijakan resmi yang telah diumumkan pemerintah.
Sebelumnya, pada 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani sebuah nota kesepahaman yang mencakup penghentian konflik di berbagai kawasan, termasuk Lebanon. Kesepakatan itu juga memuat komitmen kedua negara untuk memulai perundingan lanjutan dalam waktu 60 hari guna merumuskan perjanjian damai yang lebih komprehensif.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)





