Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan program mandatori biodiesel 50 persen (B50) akan berlaku serentak di seluruh badan usaha SPBU secara nasional mulai besok Rabu, 1 Juli 2026.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan B50 akan disalurkan ke SPBU PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penugasan lainnya.
Kendati begitu, kata Eniya, pemerintah akan memberlakukan masa transisi untuk badan usaha dapat menghabiskan sisa stok B40. Hal ini juga sempat diberlakukan ketika peralihan dari program B30 menuju B40 pada awal tahun 2024 lalu.
"Secara serentak dan nasional diberlakukan. Ada masa transisi yang artinya bahwa jika ada stok yang masih B40 boleh diperkenankan untuk menghabiskan stok," ungkap Eniya kepada kumparan, Selasa (30/6).
Eniya mengungkapkan masa transisi tersebut berjalan selama 3 bulan. Artinya, implementasi mandatori campuran minyak kelapa sawit (CPO) dengan kadar 50 persen terhadap BBM solar subsidi tersebut baru berlaku menyeluruh pada Oktober 2026.
"Dan menurut hitungan serta laporan semua badan usaha, semua akan habis di 3 bulan, sehingga masa transisi 3 bulan," jelasnya.
"Ada titik yang sudah langsung B50, ada yang belum karena masih stok B40-nya masih ada," tandas Eniya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan bakal meluncurkan program biodiesel B50 pada Juli 2026 sebagai bagian dari strategi mempercepat swasembada energi. Ia mengatakan program B50 menjadi agenda penting untuk mengurangi kebergantungan Indonesia terhadap impor BBM, khususnya solar.
"Dan kita akan menuju swasembada BBM, swasembada energi saudara-saudara sekalian. Bulan Juli ini berapa hari lagi kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen,” kata Prabowo pada acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di GOR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6).
Prabowo mengatakan implementasi B50 bakal memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan impor energi, sekaligus meningkatkan pemanfaatan komoditas sawit dalam negeri.
"Dengan demikian kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri saudara-saudara sekalian. Dan kita akan menghemat banyak sekali,” kata Prabowo.





