IPS Nilai Strategi Ekonomi Prabowo Sejalan dengan Amanat Pasal 33 UUD 1945

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Institute for Policy Studies (IPS) menilai strategi ekonomi Presiden Prabowo Subianto mencerminkan implementasi amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui pendekatan state-led growth yang mengintegrasikan industrialisasi, investasi, dan penguatan kedaulatan ekonomi dalam pembangunan nasional.

IPS Soroti Pendekatan State-led Growth

Peneliti IPS Dr. Indra Kusumawardhana mengatakan strategi tersebut tidak menempatkan industrialisasi, investasi, dan kedaulatan ekonomi sebagai pilihan yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi untuk memperkuat kapasitas ekonomi nasional.

"Arah ekonomi Presiden Prabowo bukan sekadar mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi membangun kapasitas ekonomi nasional sebagai amanat konstitusi. Tantangannya adalah memastikan intervensi negara benar-benar menghasilkan produktivitas, industrialisasi yang lebih dalam, dan daya tawar ekonomi yang lebih kuat," ungkap Indra.

Menurut IPS, pendekatan state-led growth menempatkan negara sebagai pengarah pembangunan tanpa meninggalkan mekanisme pasar melalui penguatan hilirisasi, percepatan investasi, pembangunan industri nasional, serta pengelolaan sektor strategis.

Lembaga tersebut juga menilai pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal, kepastian kebijakan, stabilitas makroekonomi, serta keterbukaan terhadap investasi dan teknologi global melalui pendekatan state-guided market.

Hilirisasi Dinilai Perlu Diperkuat

IPS mencatat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan pada triwulan pertama 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87 persen.

Realisasi investasi pada periode tersebut mencapai Rp498,8 triliun dengan investasi hilirisasi menyumbang Rp147,5 triliun atau sekitar 29,6 persen dari total investasi nasional.

Meski demikian, IPS menilai kualitas pertumbuhan ekonomi masih perlu diperkuat melalui pendalaman industri (industrial deepening), pengembangan manufaktur bernilai tambah tinggi, transfer teknologi, penguatan rantai pasok domestik, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.

IPS merekomendasikan agar investasi hilirisasi diarahkan menghasilkan dampak produktif yang nyata, belanja pemerintah semakin selektif dan berbasis produktivitas, serta strategi kedaulatan ekonomi tetap terbuka terhadap investasi dan teknologi global dengan tetap menjaga kepentingan nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Mau Bentuk Dewan Kawasan Industri Nasional, Prabowo Jadi Ketuanya
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Taylor Swift dan Travis Kelce Diduga Sudah Menikah, Pesta Besar Tinggal Menunggu Waktu
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
De Karre Coffee & Eatery Tawarkan Nongkrong Asyik dengan Live Acoustic
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Perpres RANHAM Masih Berproses di Istana, Pemerintah Siapkan RANHAM Generasi Keenam dengan Sembilan Pilar Utama
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Cerita Warga Detik-detik Balita 4 Tahun Jatuh ke Lubang Proyek di Manggarai, Apa Pemicunya?
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.