Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (30/05), ditutup melemah seiring masih terbatasnya risk appetite (tingkat keberanian mengambil risiko) dari investor.
IHSG sesi I ditutup melemah 141,04 poin atau 2,42 persen ke posisi 5.679,75. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,72 poin atau 2,39 persen ke posisi 559,29.
"Pelemahan IHSG hari ini lebih didominasi sentimen domestik, terutama masih terbatasnya risk appetite investor,” ujar Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Selasa.
Elandry menjelaskan, masih terbatasnya risk appetite investor tercermin dari masih berlanjutnya net foreign sell (aksi jual investor asing), yang mana net foriegn sell masih tercatat senilai Rp854,10 miliar pada perdagangan Senin (29/06) kemarin.
“Ditambah bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Market Index yang saat ini hanya sekitar 0,46 persen, sehingga aliran passive flow ke pasar domestik menjadi lebih terbatas,” ujar Elandry.
Elandry mengatakan saat ini investor cenderung mengambil sikap wait and see, sembari mencermati perkembangan kebijakan domestik serta arah arus dana asing.
“Di tengah volatilitas, investor juga lebih selektif dan fokus pada saham-saham dengan fundamental yang kuat,” ujar Elandry.
Ia memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek ke depan, namun, secara historis bulan Juli cenderung menjadi periode yang positif bagi IHSG.
"Sehingga, peluang penguatan tetap terbuka apabila market sentiment dan capital flow mulai membaik," ,” ujar Elandry.
Data penutupan perdagangan sesi I pada Selasa (30/05) hari ini, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 887.700 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,14 miliar lembar saham senilai Rp7,50 triliun. Sebanyak 103 saham naik, 618 saham menurun, dan 238 tidak bergerak nilainya.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 4,31 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor industri yang masing-masing turun sebesar 3,32 persen dan 2,68 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PEGE, AYLS, MGNA, BOBA dan ENAK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MMIX, PANS, RGAS, COCO, dan OILS.
Baca juga: IHSG melemah, pasar "wait and see" sentimen positif global-domestik
Baca juga: IHSG Selasa dibuka melemah 19,34 poin ke posisi 5.801
IHSG sesi I ditutup melemah 141,04 poin atau 2,42 persen ke posisi 5.679,75. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,72 poin atau 2,39 persen ke posisi 559,29.
"Pelemahan IHSG hari ini lebih didominasi sentimen domestik, terutama masih terbatasnya risk appetite investor,” ujar Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Selasa.
Elandry menjelaskan, masih terbatasnya risk appetite investor tercermin dari masih berlanjutnya net foreign sell (aksi jual investor asing), yang mana net foriegn sell masih tercatat senilai Rp854,10 miliar pada perdagangan Senin (29/06) kemarin.
“Ditambah bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Market Index yang saat ini hanya sekitar 0,46 persen, sehingga aliran passive flow ke pasar domestik menjadi lebih terbatas,” ujar Elandry.
Elandry mengatakan saat ini investor cenderung mengambil sikap wait and see, sembari mencermati perkembangan kebijakan domestik serta arah arus dana asing.
“Di tengah volatilitas, investor juga lebih selektif dan fokus pada saham-saham dengan fundamental yang kuat,” ujar Elandry.
Ia memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek ke depan, namun, secara historis bulan Juli cenderung menjadi periode yang positif bagi IHSG.
"Sehingga, peluang penguatan tetap terbuka apabila market sentiment dan capital flow mulai membaik," ,” ujar Elandry.
Data penutupan perdagangan sesi I pada Selasa (30/05) hari ini, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 887.700 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,14 miliar lembar saham senilai Rp7,50 triliun. Sebanyak 103 saham naik, 618 saham menurun, dan 238 tidak bergerak nilainya.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 4,31 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor industri yang masing-masing turun sebesar 3,32 persen dan 2,68 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PEGE, AYLS, MGNA, BOBA dan ENAK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MMIX, PANS, RGAS, COCO, dan OILS.
Baca juga: IHSG melemah, pasar "wait and see" sentimen positif global-domestik
Baca juga: IHSG Selasa dibuka melemah 19,34 poin ke posisi 5.801





