REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berpartisipasi dalam Young Canadian Indigenous Leaders Gathering, sebuah forum networking yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor-Leste di Satu Makna Café, International Financial Centre, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan antara mahasiswa Indonesia dengan delegasi pemimpin muda masyarakat adat (Indigenous) asal Kanada dalam rangka memperkuat dialog lintas budaya, memperluas jejaring global, serta mendorong kolaborasi generasi muda di kawasan Indo-Pasifik.
UBSI mengirimkan tiga mahasiswa sebagai delegasi, yakni Shafa Callista Raihana Arif dari Program Studi Sastra Inggris, Nur Badarul Nashiroh dari Program Studi Manajemen, serta Alief Wahyu Alhabib dari Program Studi Manajemen. Kehadiran mereka menjadi bentuk kepercayaan yang diberikan kepada UBSI untuk berpartisipasi dalam forum internasional yang menghadirkan pemuda-pemudi dengan latar belakang akademik dan minat yang beragam.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta berdiskusi mengenai berbagai isu global, mulai dari kepemimpinan generasi muda, kewirausahaan, budaya, seni, hingga inovasi sosial. Suasana diskusi yang berlangsung interaktif memberikan ruang bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman, memperluas perspektif, serta membangun jejaring profesional lintas negara.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBSI, Jimmi mengatakan keikutsertaan mahasiswa dalam forum internasional merupakan bagian dari komitmen kampus untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing global.
"Pengalaman internasional seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari berbagai budaya, memperluas jejaring, sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya. Kami berharap mereka dapat membawa pulang wawasan baru yang akan memperkaya pengalaman akademik maupun pengembangan diri," ujarnya dalam keterangan rilis di Jakarta, Selasa (29/6/2026).
Ia menambahkan partisipasi dalam kegiatan internasional tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa secara individu, tetapi juga memperkuat eksistensi UBSI sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi global.
"Kami terus mendorong mahasiswa agar berani memanfaatkan setiap kesempatan di tingkat internasional. Selain menjadi representasi kampus, mereka juga membawa nama Indonesia dan menunjukkan bahwa generasi muda kita mampu berkolaborasi serta berkontribusi dalam berbagai forum global," kata Jimmi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UBSI memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mempelajari keberagaman budaya masyarakat adat Kanada. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan sikap toleransi, memperkuat kemampuan beradaptasi di lingkungan multikultural, serta membuka peluang kolaborasi internasional di masa mendatang.
Keikutsertaan dalam Young Canadian Indigenous Leaders Gathering menjadi salah satu wujud komitmen UBSI dalam menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan kompetensi global, kepemimpinan, dan kemampuan berjejaring yang semakin dibutuhkan di era internasionalisasi pendidikan tinggi.
Bagi generasi muda yang ingin merasakan pengalaman belajar bertaraf internasional, memperluas jejaring global, serta mengembangkan kompetensi akademik dan profesional, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI masih dibuka. Informasi mengenai program studi, jalur pendaftaran, dan beasiswa dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.




