Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) memaksimalkan penyerapan hasil produk UMKM untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saan menjelaskan, penyerapan hasil UMKM akan memberikan multiplier effect ekonomi.
"Hasil-hasil dari pertanian dan hasil-hasil dari UMKM untuk kebutuhan MBG ini ke depan harus lebih dimaksimalkan, harus lebih ditingkatkan lagi, agar memang memberikan multiplier effect ekonomi di tingkat paling bawah," kata dia di Kompleks Parlemen, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya hal tersebut juga bagian dari semangat pemerintah menjalankan program MBG. Dia yakin bahwa pemerintah akan berupaya menggunakan produk UMKM untuk memenuhi program MBG.
"Jadi, saya yakin pemerintah dalam hal ini BGN akan terus berupaya untuk menyerap apa yang menjadi hasil-hasil dari petani dan apa, UMKM untuk kebutuhan MBG," tandasnya.
Diketahui, Pemerintah mendorong Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pasar baru bagi hasil pertanian lokal melalui penguatan kemitraan antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pelaku usaha di tingkat desa.
Baca Juga
- Pemerintah Dorong MBG Perkuat Serapan Pangan Petani Lokal
- Harga Daging Ayam dan Telur di Medan Turun, Diduga Akibat MBG Libur
- Anggaran MBG 2026 Dipotong Signifikan, Purbaya: Saya Setuju Pemangkasan Lebih Besar
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penyerapan hasil produksi petani.
Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong setiap SPPG bermitra dengan sedikitnya 15 pemasok lokal yang berasal dari KDMP, BUMDes, maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan skema tersebut, manfaat ekonomi program MBG diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Kemitraan itu juga diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal untuk memasok kebutuhan bahan baku program MBG.
Berdasarkan kajian Dewan Ekonomi Nasional (DEN), sekitar 65% SPPG telah bermitra dengan pemasok lokal yang berada di kabupaten yang sama.
Program MBG yang ditargetkan melayani sekitar 63,2 juta penerima manfaat saat ini didukung oleh 148.528 pemasok lokal. Jumlah tersebut terdiri atas 13.684 koperasi, 1.475 BUMDes, 63.189 UMKM, 720 KDMP, serta 69.294 pemasok lainnya.





