JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (APSIFOR), Lucia Peppy Novianti, menilai dugaan penyiksaan yang dialami YTR perlu dipahami tidak hanya dari peristiwa pidananya, tetapi juga dari sisi psikologi perilaku pelaku dan dinamika hubungan dengan korban.
Menurut Lucia, perilaku seseorang umumnya dipengaruhi oleh perjalanan hidup dan lingkungan yang membentuk kebiasaannya.
Lucia mencontohkan, paparan terhadap lingkungan yang identik dengan agresivitas dapat memengaruhi perilaku seseorang. Namun, menurutnya, hal tersebut belum cukup untuk menjelaskan dugaan kekerasan yang sangat berat seperti dalam kasus ini.
Ia juga menyoroti kemungkinan adanya relasi yang tidak sehat antara pelaku dan korban. Menurut Lucia, hubungan romantis dapat berubah menjadi relasi yang timpang ketika salah satu pihak memiliki kendali atau kekuasaan yang jauh lebih besar.
Dalam kondisi tersebut, korban berpotensi semakin kehilangan kemampuan untuk melawan.
Lucia menjelaskan, pada beberapa kasus, korban bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami kekerasan.
Ia menambahkan, korban bisa menganggap tindakan pelaku dilakukan demi kebaikannya sendiri.
Terkait proses hukum, Lucia menilai hukuman pidana penting. Namun menurutnya, hukuman saja belum tentu menghilangkan risiko pelaku mengulangi perbuatannya apabila tidak disertai perubahan perilaku.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/JtQin-D3gVc
#kekerasandalamrumahtangga #perempuan #taufikhidayat
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- taufik hidayat
- ytr
- korban
- kekerasan
- dipo





