JAKARTA, KOMPAS.com - Calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bernama Wahyuni (30) mengungkapkan alasan tetap mengikuti Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial meski dalam kondisi mengandung.
“Alasannya (tetap ikut latihan) karena ya kita kan sudah lulus, kita sudah melakukan tes tahap demi tahap, sudah panjang, dan ini (Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial) sudah penentu kelulusan, makanya kami tetap datang,” kata Wahyuni kepada wartawan di Pusdikkes Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Pengakuan 2 Ibu Hamil Ikut Pembekalan Bela Negara dan Manajerial Calon Manajer Kopdes
Perempuan asal Riau itu menyebut, saat ini usia kehamilannya sudah mencapai delapan minggu.
Wahyuni mengungkapkan, dia belum mengetahui sedang hamil saat mengikuti seluruh tahapan seleksi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), termasuk tes kesehatan.
Ia baru mengetahui kehamilannya setelah dinyatakan lulus seleksi. Baik Wahyuni maupun Elsa (30), calon manajer Kopdes Merah Putih yang juga hamil, melakukan tespak usai pengumuman.
“Bukan, bukan dari hasil tes (kesehatan mengetahui hamil), sesudah tes kesehatan. Pada saat tes kesehatan kan belum diketahui hamil. (Tahunya) sebelum kami berangkat ke sini. Waktu pengumumannya,” ujar dia.
“Periksa sendiri. Iya (tespak),” timpal Elsa.
Baca juga: Alasan Ada Materi Baris Berbaris di Pembekalan Calon Manajer Kopdes: Untuk Latih Kekompakan
Setelah mengetahui dirinya hamil, Wahyuni dan Elsa langsung melaporkan kondisinya kepada penyelenggara sebelum berangkat mengikuti pembekalan.
Selama pembekalan, Wahyuni mengaku tidak diwajibkan mengikuti latihan yang bersifat fisik.
Saat peserta lain menjalani latihan di lapangan, ia hanya diminta menyaksikan jalannya kegiatan.
“Kalau khusus untuk latihan militer yang di lapangan, kami hanya menyaksikan teman-teman. Jadi artinya kami tetap melihat bagaimana proses latihan, tapi kami tidak diikutkan dalam kegiatan fisik tersebut,” ungkap Wahyuni.
Baca juga: Pengakuan 2 Ibu Hamil Ikut Pembekalan Bela Negara dan Manajerial Calon Manajer Kopdes
Elsa juga mengalami hal serupa. Ia mengetahui tengah hamil setelah melakukan pemeriksaan secara mandiri dua hari sebelum pengumuman kelulusan.
Setelah itu, ia menyampaikan kondisinya kepada penyelenggara dan tetap mengikuti pembekalan setelah mendapat izin dari suaminya.
“Iya, sama juga sih kayak Mbak ini (Wahyuni). Jadi, kami juga sebelum datang ke sini, kita kan dikasih tahu informasi ada sebelum pengumuman, dua hari sebelum pengumuman sudah cek hamil,” ujar Elsa.
Baca juga: Fraksi PKB: Latsarmil Tidak Cocok dengan Calon Manajer Kopdes, Harusnya Pelatihan Manajerial
“Kemudian kita diskusikan (dengan suami), ternyata ada poin apabila ada kesehatan, masalah kesehatan bisa diinformasikan, seperti itu,” tambah Elsa tentang tetap mengikuti pembekalan meski hamil.
Elsa mengatakan, peserta hamil tetap memperoleh fasilitas pemeriksaan kehamilan secara rutin, termasuk vitamin yang dibutuhkan selama masa kehamilan.
“Disediakan (vitamin) karena kita dicek kehamilan setiap harinya, seperti itu,” ungkap Elsa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




