JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyoroti soal maraknya spam komentar judi online (judol) pada kolom komentar sejumlah platform.
Meutya mencatat spam promosi judol di kolom komentar media sosial melonjak hingga 128 persen.
Meutya mengatakan akun pemengaruh (influencer) di daerah yang memiliki interaksi tinggi dengan para pengikutnya paling banyak disasar oleh spam komentar judol.
"Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak dispam itu menyasar mereka yang memiliki engagement tinggi," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa, (30/6/2025).
Ia mengatakan TikTok menjadi platform yang paling banyak disusupi spam judol dengan 35%. Selanjutnya Facebook dengan 28%, Instagram 22%, YouTube 10%, dan X 5%.
Baca juga: Komdigi dan Meta Sepakat Bentuk Tim Buntut Banyak Komentar Spam Judol di Medsos
Kemkomdigi juga mendapati sebanyak 52 persen serangan spam komentar judol sasar influencer daerah.
Disusul instansi pemerintah dengan 31 persen, dan media massa.
"Jadi media massa juga menjadi salah satu target," ucapnya.
Kemudian tokoh publik serta politisi juga tak luput dari serangan spam judol sebesar 5 persen.
Untuk menyikapi serangan spam tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Meta sepakat membentuk tim.
"Juga penting adalah bagaimana kita telah menyepakati untuk juga membentuk sebuah tim bersama dalam mengatensi permasalahan judi online di platform, terkhusus yang belakangan ini banyak masukan kepada kami yaitu spam di komentar," kata Menteri Komdigi Meutya Hafid, di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Komdigi Akan Temui Meta Buntut Lonjakan Spam Judol di Instagram-Facebook
Meutya mengungkapkan, tim tersebut tidak hanya melibatkan Meta, tetapi juga melibatkan berbagai platform.
"Kita juga akan bicara dengan platform lain untuk membentuk sebuah tim bersama dalam kerangka memberantas dan mengatasi judi online, khususnya dalam bentuk modus terbarunya adalah komentar-komentar spam di akun-akun masyarakat," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang