Kementerian Transmigrasi Perkuat Kemitraan agar Produk Unggulan Kawasan Transmigrasi Mampu Tembus Pasar Global

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Viva Yoga Mauladi memastikan Kementerian Transmigrasi akan terus mengawal pengembangan dan pemasaran produk unggulan kawasan transmigrasi agar mampu menembus pasar global melalui kemitraan strategis, seiring beragam komoditas pertanian, hortikultura, dan perikanan yang dinilai memiliki daya saing ekspor.

Viva Yoga mengatakan kawasan transmigrasi saat ini memiliki berbagai produk unggulan yang tidak hanya berasal dari tanaman pangan seperti padi dan jagung, tetapi juga hortikultura serta komoditas perikanan bernilai ekspor.

Ia mengungkapkan, "Karena sesungguhnya potensi produk unggulan di kawasan transmigrasi itu sangat banyak, tinggal di-connecting-kan dengan pasar global, sehingga sebagian besar produk unggulan di kawasan transmigrasi itu bisa bersaing dengan pasar global."

Rajungan Jadi Komoditas Andalan Ekspor

Viva Yoga menjelaskan salah satu komoditas yang sedang didorong memasuki pasar internasional adalah rajungan yang kini telah diekspor ke Amerika Serikat melalui kerja sama dengan perusahaan swasta sebagai offtaker.

Ia mengatakan masyarakat di kawasan transmigrasi kini tidak hanya berprofesi sebagai petani, tetapi juga menjadi pekebun kopi, pekebun durian, dan nelayan yang memerlukan dukungan agar produknya memiliki nilai tambah.

Kementerian Transmigrasi berkomitmen melakukan pemberdayaan, pembinaan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra agar proses hilirisasi dan industrialisasi di kawasan transmigrasi berjalan optimal.

Viva Yoga menilai komoditas rajungan memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena permintaan pasar Amerika Serikat masih tinggi dan pasokan dari kawasan transmigrasi masih dapat terus ditingkatkan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, jumlah nelayan, serta pemanfaatan teknologi akan mendorong kenaikan volume tangkapan sehingga ekspor rajungan diharapkan terus berkembang.

Ia menegaskan kemitraan dengan perusahaan offtaker menjadi langkah penting untuk menghubungkan produk unggulan kawasan transmigrasi dengan pasar global sekaligus memberikan kepastian pasar dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Ekspor Durian dan Investasi Perkuat Kawasan Transmigrasi

Viva Yoga mengungkapkan beberapa waktu lalu Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara melepas ekspor durian sebanyak 459 ton dari transmigran di Kabupaten Parigi Moutong ke China dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar.

Menurut Viva Yoga, keberhasilan tersebut menunjukkan setiap kawasan transmigrasi memiliki produk unggulan yang berbeda sehingga pengembangannya harus dilakukan secara spesifik sesuai potensi masing-masing daerah.

Ia menambahkan Kementerian Transmigrasi akan terus melakukan komunikasi, kolaborasi, dan sinergi dengan berbagai mitra agar semakin banyak produk unggulan kawasan transmigrasi, baik pertanian, hortikultura, maupun perikanan, mampu bersaing di pasar global.

Sebelumnya, Iftitah mengungkapkan produk dari kawasan transmigrasi berhasil menembus pasar global melalui program unggulan Trans Karya Nusa pada 2025.

Ia mengatakan, "Ini bukti kualitas bukan sekadar eksperimen. Beberapa produk yang dihasilkan oleh kawasan transmigrasi dan diekspor ke luar negeri di antaranya adalah cokelat, kopi, durian, nilam."

Iftitah mencontohkan ekspor biji kakao dari kawasan transmigrasi Kabupaten Polewali Mandar ke Yokohama serta ekspor durian dari Parigi Moutong ke China sebagai bukti peningkatan produksi komoditas unggulan.

Ia menjelaskan Program Trans Karya Nusa juga aktif mempromosikan kawasan transmigrasi kepada para investor untuk membuka lebih banyak lapangan kerja bagi transmigran dan masyarakat setempat.

Iftitah mengatakan, "Investasi masuk, lapangan kerja terbuka, masyarakat lokal harus menjadi penerima manfaat utama."

Salah satu realisasi investasi tersebut berada di Kawasan Transmigrasi Maloy-Kaliorang, tempat LX International berkomitmen merealisasikan investasi senilai Rp1,2 triliun yang berpotensi membuka lebih dari 3.800 lapangan kerja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kajian Akademisi Rekomendasikan Evaluasi Kebijakan DMO dan RKAB Batubara
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Presiden Iran Tegaskan Akan Hormati Komitmen jika AS Patuhi Memorandum
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BTN Siap Pacu Penyaluran Kredit Lewat Dana SAL Pemerintah
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Resmi Dibuka Hari Ini, Cek Persyaratannya
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Perpres RANHAM Masih Berproses di Istana, Pemerintah Siapkan RANHAM Generasi Keenam dengan Sembilan Pilar Utama
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.