Liputan6.com, Jakarta - Ada-ada saja ulah remaja putri berinisial LR (16) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ia membuat keluarganya panik usai merekayasa dirinya sebagai korban penculikan dan penyekapan. Tak hanya itu, dia juga meminta uang tebusan Rp 5 juta melalui pesan singkat dan voice note yang dikirim kepada keluarganya.
Peristiwa itu bermula saat LR meninggalkan rumah di Kecamatan Manggala pada Minggu (28/6/2026) malam. Sebelum pergi, ia sempat menitipkan kunci rumah kepada tantenya. Namun hingga larut malam, remaja tersebut tidak kunjung pulang sehingga membuat keluarganya cemas.
Advertisement
"Jadi ceritanya anak ini, perempuan inisial LR berusia 16 tahun. Dia meninggalkan rumah, namun menitipkan kunci kepada tantenya bahwa dia akan keluar. Namun tantenya gelisah karena dia tidak pernah pulang-pulang," ujar Kapolsek Manggala, Kompol Samuel To'longan, Selasa (30/6/2026).
Di tengah kepanikan keluarga, muncul pesan singkat dari seseorang yang mengaku telah menculik LR. Tak lama berselang, keluarga juga menerima voice note berisi tangisan korban. Dalam pesan tersebut, pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp 5 juta.
"Ada masuk chat bahwa anak itu diculik, ditambah lagi adanya pesan suara atau voice note, dia menangis-nangis. Si penculik ini minta tebusan uang lima juta Rupiah," kata Samuel.




