Gagal Jadi Algojo Penalti, Anak Patrick Kluivert Banjir Hujatan hingga Komentar Rasis usai Belanda Tersingkir

tvonenews.com
22 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kegagalan Timnas Belanda melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026 ternyata menyisakan dampak yang tidak hanya dirasakan di atas lapangan.

Putra eks pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menjadi salah satu pemain yang paling disorot setelah Oranje tersingkir secara dramatis dari Maroko melalui adu penalti pada babak 32 besar.

Media Belanda Voetbalprimeur melaporkan bahwa Justin Kluivert bersama Quinten Timber dan Crysencio Summerville menjadi sasaran gelombang komentar bernada kebencian di media sosial.

Patrick Kluivert dan putranya, Justin Kluivert (berseragam timnas Belanda).
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / X @timnasindonesia / Instagram @justinkluivert

Ketiganya akhirnya mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan kolom komentar di akun Instagram masing-masing.

Sorotan terbesar mengarah kepada Justin Kluivert. Sebagai putra mantan bintang Barcelona dan Timnas Belanda, Patrick Kluivert, ia dinilai memikul ekspektasi besar dari publik.

Namun, kegagalannya mengeksekusi penalti dalam laga krusial membuat namanya menjadi target kemarahan sebagian suporter.

Menurut Voetbalprimeur, ketiga pemain tersebut mendapat giliran sebagai algojo saat adu penalti melawan Maroko.

Anak Patrick Kluivert, Justin Kluivert, bantu Timnas Belanda menang
Sumber :
  • REUTERS/Piroschka Van De Wouw

Sayangnya, tendangan Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville sama-sama gagal berbuah gol, sehingga peluang Belanda untuk melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026 pun sirna.

Alih-alih memperoleh dukungan setelah mengalami kekecewaan besar, mereka justru dibanjiri komentar negatif di media sosial. Tidak sedikit pesan yang berisi hinaan, makian, hingga ujaran bernuansa rasis.

"Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville terpaksa menonaktifkan kolom komentar di halaman Instagram mereka. Ketiga pemain asal Belanda itu dilecehkan dengan komentar-komentar kebencian setelah gagal mencetak gol dari titik penalti dalam adu penalti melawan Maroko di babak 32 besar Piala Dunia," tulis Voetbalprimeur.

Media tersebut juga mengungkapkan bahwa serangan di media sosial tidak hanya berasal dari pengguna internet di Belanda.

Banyak komentar negatif datang dari warganet luar negeri yang ikut memberikan kritik tajam kepada para pemain Oranje.

"Alih-alih mendukung mereka, Summerville, dan terutama Kluivert dan Timber, dibanjiri komentar kebencian dan bahkan rasis," kata Voetbalprimeur.

Situasi tersebut membuat Justin Kluivert dan dua rekannya memilih membatasi interaksi di media sosial sebagai langkah untuk melindungi diri dari gelombang komentar yang terus berdatangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Pantai Gading Vs Norwegia
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Yandi Sofyan dan Irkham Mila Masuk Daftar Pemain Ke-14 dan 15 yang Tinggalkan Persik
• 1 jam lalubola.com
thumb
Awal Juli Semeru Erupsi 4 Kali, Tinggi Letusan Capai 1 Kilometer
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Miroslav Koubek Masuk Dalam Daftar Pelatih yang Pamit Skuad Tim Nasional Usai Gagal di Piala Dunia 2026
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Berkaca dari Kasus Dokter Icha Tewas karena Diduga Depresi, Apakah Bisa Depresi buat Seseorang Meninggal Dunia?
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.