MADINAH, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo mengapresiasi pelayanan haji 2026 di bawah kementerian baru, Kementerian Haji dan Umrah.
Menurutnya keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 tak lepas dari ide Presiden Prabowo membentuk Kemenhaj.
"Tampak sekali Kementerian Haji dan Umrah yang digagas oleh Pak Prabowo itu sudah tepat, sehingga penanganan jemaah benar-benar fokus," katanya di sela menghadiri kegiatan 11th World Water Forum di Arab Saudi, Senin (29/6/2026).
Doddy juga menyebutkan bahwa angka kematian jemaah haji pada tahun ini menurun.
Baca juga: 5 Persen Jemaah Haji Masih di Madinah, Kemenhaj Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan
Semua petugas haji dan stakeholder berusaha memberikan pelayanan optimal, utamanya bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Sebagai Amirul Hajj, lanjut dia, Menteri dan Wakil Menteri Haji pun disebut ikut turun tangan memastikan kondisi jemaah pada setiap fase ibadah haji.
"Saya juga lihat Pak Menteri, Wamen fokus mengurus jemaah," imbuhnya.
Secara keseluruhan, Doddy menilai penyelenggaraan haji tahun 2026 mendapat respons positif dari masyarakat.
"Saya juga berharap tahun depan akan semakin bagus lagi," katanya.
Baca juga: Wamenhaj Salurkan Bantuan dan Lunasi Utang 4 Jemaah Haji Terdampak Bencana Aceh
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terbentuk pada September 2025.
Pembentukannya didasarkan pada sejumlah regulasi antara lain Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Kemudian, Perpres Nomor 92 Tahun 2025 tentang Kementerian Haji dan Umrah.
Kementerian Haji berdasarkan arahan Presiden Prabowo agar penyelenggaraan haji dikelola lebih profesional, modern, dan terintegrasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang