JAKARTA, KOMPAS.TV – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena berpendapat, surat wasiat yang ditinggalkan oleh dokter Icha atau Eliza Princila Utami Pakaenoni, sebelum meninggal berisi dukungan pada perlindungan tenaga kesehatan saat melaksanakan tugasnya.
Melkiades menyampaikan hal itu dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Selasa (30/6/2026), menjawab pertanyaan tentang surat wasiat yang ditinggalkan oleh dokter Icha.
Sebagai informasi Icha merupakan dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: [FULL] Buka Suara! Ayah Dokter Icha Minta Penyebab Kematian Anaknya Diungkap | KOMPAS PETANG
Dokter Icha diduga meninggal dunia setelah mengalami intimidasi oleh tiga anggota DPRD setempat saat menangani pasien gigitan ular berbisa.
“Ya, saya mendengar hal tersebut (adanya surat wasiat) dari orang tua dokter Icha,” kata dia.
Menurut Melkiades, Gabriel selaku ayah dokter Icha yang menyampaikan surat wasiat berisi sejumlah pesan.
“Semacam itu terkait dengan bagaimana dokter Icha meninggal, dan juga pesan-pesannya terkait dengan dukungannya untuk perlindungan nakes (tenaga kesehatan) dan juga bagi teman-teman tenaga medis yang menjadi bagian dari dokter Icha,” tuturnya menegaskan
“Tentu Pak Gab dan Ibu Nur dan keluarga yang lebih paham detail terkait dengan surat tersebut. Karena surat ini tentu adalah surat yang bersifat rahasia, bersifat terbatas untuk keluarga,” tambahnya.
Menurutnya, akan lebih tepat jika pihak keluarga langsung yang menyampaikan isi surat wasiat tersebut.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- melkiades laka lena
- gubernur ntt
- dokter icha
- kematian dokter icha
- intimidasi dokter icha





