Washington (ANTARA) - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent, Selasa, mengatakan bahwa Iran belum dapat menjual minyak kepada pembeli selain China setelah dikeluarkannya pengecualian sanksi.
Menurut Bessent hal itu karena calon pembeli khawatir akan kemungkinan dampak negatif atas pembelian tersebut.
Sebelumnya, Kamis (25/6), Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan Iran kini dapat menjual minyaknya kepada pembeli selain China dan dapat menerima pembayaran dalam dolar AS setelah Amerika Serikat mengeluarkan pengecualian sanksi.
"Tidak ada negara lain selain China—yang memang sudah membeli saat sanksi masih berlaku—yang membelinya; jadi minyak itu masih dijual dengan harga diskon ke China. Sejauh ini, pihak Iran belum berhasil menjual minyak mereka karena para pembeli merasa agak ragu apakah sanksi akan diberlakukan kembali atau apakah mereka akan mendapat masalah dengan Departemen Keuangan," kata Bessent kepada Fox News.
Situasi tu memberikan insentif bagi Iran untuk bernegosiasi dengan AS, ujar Bessent.
Sebelumnya, Senin (22/6), Departemen Keuangan AS mengeluarkan izin umum untuk penjualan minyak mentah dan produk petrokimia Iran hingga 21 Agustus 2026.
Selain itu, AS juga mengaitkan pengecualian tersebut berkaitan dengan kemajuan yang dicapai dalam negosiasi dengan Iran di Swiss.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Washington rampas aset kripto Iran senilai 1 miliar dolar AS
Baca juga: Bessent sebut AS menyita aset kripto Iran senilai 500 juta dolar AS
Baca juga: Menkeu AS paparkan tiga kemungkinan hasil perundingan Iran
Menurut Bessent hal itu karena calon pembeli khawatir akan kemungkinan dampak negatif atas pembelian tersebut.
Sebelumnya, Kamis (25/6), Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan Iran kini dapat menjual minyaknya kepada pembeli selain China dan dapat menerima pembayaran dalam dolar AS setelah Amerika Serikat mengeluarkan pengecualian sanksi.
"Tidak ada negara lain selain China—yang memang sudah membeli saat sanksi masih berlaku—yang membelinya; jadi minyak itu masih dijual dengan harga diskon ke China. Sejauh ini, pihak Iran belum berhasil menjual minyak mereka karena para pembeli merasa agak ragu apakah sanksi akan diberlakukan kembali atau apakah mereka akan mendapat masalah dengan Departemen Keuangan," kata Bessent kepada Fox News.
Situasi tu memberikan insentif bagi Iran untuk bernegosiasi dengan AS, ujar Bessent.
Sebelumnya, Senin (22/6), Departemen Keuangan AS mengeluarkan izin umum untuk penjualan minyak mentah dan produk petrokimia Iran hingga 21 Agustus 2026.
Selain itu, AS juga mengaitkan pengecualian tersebut berkaitan dengan kemajuan yang dicapai dalam negosiasi dengan Iran di Swiss.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Washington rampas aset kripto Iran senilai 1 miliar dolar AS
Baca juga: Bessent sebut AS menyita aset kripto Iran senilai 500 juta dolar AS
Baca juga: Menkeu AS paparkan tiga kemungkinan hasil perundingan Iran





