Jakarta, VIVA – Di tengah pertumbuhan ekonomi dan konektivitas perdagangan global yang semakin erat, UMKM Indonesia berada pada posisi strategis untuk naik kelas ke pasar internasional.
Dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap perekonomian nasional, UMKM tidak hanya menjadi fondasi domestik, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekspor masa depan.
Artinya, sektor ini menyimpan peluang besar untuk menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor ke depan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11 persen pada 2025 semakin memperkuat dorongan bagi pelaku usaha untuk menembus pasar global.
Namun, tantangan kini tidak lagi soal kesiapan produksi. Bagi banyak UMKM, hambatan utama justru terletak pada akses ke jaringan distribusi global serta kemampuan logistik yang bisa mengikuti pertumbuhan bisnis.
VP Commercial DHL Express, Poppy Ariani Indonesia menegaskan bahwa peluang bagi UMKM Indonesia semakin terbuka seiring meningkatnya konektivitas perdagangan global.
“Permintaan global itu ada dan terus berkembang. Kuncinya sekarang adalah akses, cepat, konsisten, dan kompetitif,” kata Poppy dalam keterangannya, Selasa, 30 Juni.
Ia menambahkan, konektivitas dan keandalan logistik kini bukan lagi sekadar fungsi pendukung, melainkan bagian dari strategi bisnis.
Perubahan ini tercermin dari pergeseran pola pengiriman. Jika sebelumnya UMKM identik dengan pengiriman skala kecil, kini semakin banyak bisnis Indonesia yang bergerak ke volume lebih besar dan bernilai tinggi.
Sementara, Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad mengatakan perkembangan ini terlihat di pasar, mencerminkan semakin besarnya skala perdagangan global serta kompleksnya kebutuhan logistik global.
“Kita melihat pergeseran yang jelas. Dari pengiriman skala kecil ke volume besar. Ini menunjukkan bahwa bisnis Indonesia tidak hanya masuk ke pasar global, tetapi mulai berkembang di dalamnya,” katanya.
Menurut Ahmad, keterbatasan akses terhadap solusi logistik yang mampu mengikuti skala pertumbuhan bisnis masih menjadi tantangan, dan hal ini turut mengubah cara pelaku usaha bersaing di pasar global.
“Keunggulan tidak lagi soal siapa yang memulai lebih dulu, tetapi siapa yang mampu berkembang lebih cepat dan konsisten. Keandalan menjadi pembeda,” jelas Ahmad.





