Beijing (ANTARA) - Tim wahana uji pesawat kargo antariksa Qingzhou milik China merilis batch kedua hasil ilmiah dan teknik di orbit (in-orbit) pada Senin (29/6), yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam deteksi presisi luar angkasa, operasi luar angkasa yang hemat biaya, kedokteran luar angkasa masa depan, dan biologi luar angkasa.
Wahana uji tersebut sebelumnya merilis batch pertama hasil uji di orbit pada 15 April.
Akademi Inovasi Mikrosatelit Akademi Ilmu Pengetahuan China (Innovation Academy for Microsatellites of the Chinese Academy of Sciences/IAMCAS), selaku pemimpin pengembangan wahana uji tersebut, menyatakan bahwa pencapaian terbaru ini akan memberikan dukungan teknis yang krusial bagi penerapan teknologi antariksa baru, pengoperasian stasiun luar angkasa China secara aman, serta pemanfaatan sumber daya luar angkasa.
Untuk menekan biaya operasional luar angkasa, sebuah kulkas luar angkasa berbasis kompresi uap yang telah disempurnakan berhasil mengatasi kendala pemisahan gas-cair dan operasi stabil dalam kondisi mikrogravitasi, sehingga menawarkan solusi hemat biaya untuk transportasi rantai dingin (cold chain). Selain itu, kamera diagnostik untuk pemeliharaan dan penyelamatan darurat di luar angkasa juga telah menyelesaikan verifikasi kinerja di orbit dan kini beroperasi dengan lancar.
Untuk perawatan medis luar angkasa masa depan, sebuah detektor mioelektrik yang menggunakan cip saraf hasil pengembangan sendiri berhasil memverifikasi pengambilan data secara berkelanjutan dan transmisi sinyal otot yang lemah secara waktu nyata (real-time) di orbit. Sebuah alat genggam untuk analisis sel darah juga telah diuji, memberikan dukungan teknis penting bagi evaluasi kesehatan astronaut secara real-time tanpa bergantung pada peralatan medis berskala besar atau panduan dari Bumi.
Di bidang biologi luar angkasa, sebuah kabin penyokong biologis di orbit berkelas industri dan berbiaya rendah sukses menyelesaikan uji coba perdananya. Keberhasilan ini menciptakan platform standar yang dapat digunakan kembali untuk eksperimen ilmu hayati antariksa. Wahana uji tersebut juga memverifikasi ketahanan hidup Syntrichia caninervis, tanaman dengan toleransi stres ekstrem, di bawah kondisi keras, termasuk mikrogravitasi, radiasi, dan kekeringan, sehingga memberikan dukungan teoretis bagi peningkatan ekologis ekstraterestrial di masa depan.
Diluncurkan pada Maret tahun ini dengan masa pakai dirancang mencapai tiga tahun, wahana uji berbobot 4,2 ton tersebut mengusung desain terintegrasi kabin tunggal. Kabin kedap udara utamanya menawarkan volume total sekitar 27 meter kubik dan menyediakan 40 slot kargo untuk pasokan kebutuhan para astronaut serta muatan (payload) ilmiah.
Setelah serangkaian uji teknologi penting, pesawat kargo antariksa Qingzhou resmi pertama dijadwalkan diluncurkan pada 2027 untuk menyediakan layanan transportasi kargo uplink menuju stasiun luar angkasa China.
Wahana uji tersebut sebelumnya merilis batch pertama hasil uji di orbit pada 15 April.
Akademi Inovasi Mikrosatelit Akademi Ilmu Pengetahuan China (Innovation Academy for Microsatellites of the Chinese Academy of Sciences/IAMCAS), selaku pemimpin pengembangan wahana uji tersebut, menyatakan bahwa pencapaian terbaru ini akan memberikan dukungan teknis yang krusial bagi penerapan teknologi antariksa baru, pengoperasian stasiun luar angkasa China secara aman, serta pemanfaatan sumber daya luar angkasa.
Untuk menekan biaya operasional luar angkasa, sebuah kulkas luar angkasa berbasis kompresi uap yang telah disempurnakan berhasil mengatasi kendala pemisahan gas-cair dan operasi stabil dalam kondisi mikrogravitasi, sehingga menawarkan solusi hemat biaya untuk transportasi rantai dingin (cold chain). Selain itu, kamera diagnostik untuk pemeliharaan dan penyelamatan darurat di luar angkasa juga telah menyelesaikan verifikasi kinerja di orbit dan kini beroperasi dengan lancar.
Untuk perawatan medis luar angkasa masa depan, sebuah detektor mioelektrik yang menggunakan cip saraf hasil pengembangan sendiri berhasil memverifikasi pengambilan data secara berkelanjutan dan transmisi sinyal otot yang lemah secara waktu nyata (real-time) di orbit. Sebuah alat genggam untuk analisis sel darah juga telah diuji, memberikan dukungan teknis penting bagi evaluasi kesehatan astronaut secara real-time tanpa bergantung pada peralatan medis berskala besar atau panduan dari Bumi.
Di bidang biologi luar angkasa, sebuah kabin penyokong biologis di orbit berkelas industri dan berbiaya rendah sukses menyelesaikan uji coba perdananya. Keberhasilan ini menciptakan platform standar yang dapat digunakan kembali untuk eksperimen ilmu hayati antariksa. Wahana uji tersebut juga memverifikasi ketahanan hidup Syntrichia caninervis, tanaman dengan toleransi stres ekstrem, di bawah kondisi keras, termasuk mikrogravitasi, radiasi, dan kekeringan, sehingga memberikan dukungan teoretis bagi peningkatan ekologis ekstraterestrial di masa depan.
Diluncurkan pada Maret tahun ini dengan masa pakai dirancang mencapai tiga tahun, wahana uji berbobot 4,2 ton tersebut mengusung desain terintegrasi kabin tunggal. Kabin kedap udara utamanya menawarkan volume total sekitar 27 meter kubik dan menyediakan 40 slot kargo untuk pasokan kebutuhan para astronaut serta muatan (payload) ilmiah.
Setelah serangkaian uji teknologi penting, pesawat kargo antariksa Qingzhou resmi pertama dijadwalkan diluncurkan pada 2027 untuk menyediakan layanan transportasi kargo uplink menuju stasiun luar angkasa China.





