Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat sekeliling daerah hutan Provinsi Kalimantan Timur berhasil mendapatkan nilai transaksi ekonomi capai Rp 8,1 miliar selama periode Januari-Mei 2026 dari berbagai usaha yang mengutamakan kelestarian dan keberlanjutan lingkungan alam.
"Capaian ini menunjukkan bahwa kegiatan usaha kehutanan berbasis masyarakat telah memberikan kontribusi ekonomi yang nyata bagi anggota kelompok sekaligus mendukung pembangunan ekonomi wilayah sekitar kawasan hutan," ujar Kepala Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM (P2SDM) Wilayah V Elpa Rifadi di Samarinda, melansir Antara, Rabu (1/7/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan, nilai transaksi finansial tersebut berhasil dihimpun dari kegiatan produktif kelompok tani hutan di area Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Kota Balikpapan.
Menurut Elpa, sebaran kontribusi perekonomian terbesar disumbangkan oleh Kabupaten Berau yang membukukan perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp 7,87 miliar berkat adanya pengelolaan hasil bumi lokal yang memiliki akses pasar luas.
"Keberhasilan KTH Sei Baruk Lestari dalam menghasilkan miliaran rupiah dari komoditas gubal gaharu membuktikan bahwa pengelolaan hasil hutan bukan kayu tertentu masih menjadi penggerak utama ekonomi kehutanan kita," kata Elpa.




