Pertandingan Pantai Gading vs Norwegia berlangsung ketat di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Rabu 1 Juli dini hari WIB. Erling Haaland baru bisa memastikan kemenangan The Vikings dengan golnya pada menit ke-86, setelah kedua tim bermain imbang lewat gol Antonio Nusa (39') dan Amad Diallo (74').
Berikut empat fakta menarik usai Norwegia mengalahkan Pantai Gading seperti dilansir Opta:
1. Norwegia Catat Kemenangan Bersejarah
Kemenangan atas Pantai Gading juga menjadi momen historis bagi Norwegia. Sebab, Norwegia belum pernah memenangkan laga di fase gugur Piala Dunia.
Selain itu, Norwegia menjadi tim Eropa pertama sejak Ukraina pada 2006 yang berhasil lolos dari pertandingan fase gugur Piala Dunia.
2. Martin Odegaard Cetak Rekor Assist Langka
Kapten Norwegia, Martin Odegaard, kembali menunjukkan pengaruh besarnya dalam permainan tim. Ia menjadi pemain ketiga dalam sejarah modern Piala Dunia (sejak 1966) yang berhasil mencatat assist dalam tiga penampilan pertamanya di turnamen ini.
Sebelumnya, rekor ini hanya dicapai oleh Igor Belanov bersama Uni Soviet pada 1986 dan Michael Ballack bersama Jerman pada 2002. Catatan ini mempertegas peran Ødegaard sebagai kreator utama dalam skema permainan Norwegia.
3. Antonio Nusa Jadi Pencetak Gol Termuda Norwegia di Turnamen Besar
Pemain muda Norwegia, Antonio Nusa, mencatat tonggak sejarah penting dalam kariernya. Pada usia 21 tahun 74 hari, ia menjadi pencetak gol termuda Norwegia dalam turnamen besar seperti Piala Dunia dan Piala Eropa.
Ia memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Steffen Iversen sejak EURO 2000. Gol tersebut menegaskan munculnya generasi baru dalam sepak bola Norwegia yang mulai memberi dampak di level tertinggi.
4. Yan Diomande Ukir Rekor Pemain Termuda Afrika
Pemain Pantai Gading, Yan Diomande, mencatat sejarah sebagai salah satu pemain muda paling konsisten di panggung Piala Dunia. Ia menjadi pemain Afrika kedua dalam sejarah yang tampil dalam empat pertandingan Piala Dunia sebelum berusia 20 tahun.
Catatan ini menyamakan dirinya dengan legenda Nigeria, Sunday Oliseh, yang mencatat pencapaian serupa pada Piala Dunia 1994. Meski timnya tersingkir, Diomande menunjukkan konsistensi sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Afrika.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





