Oleh: Martian Damanik, Wakil Pemimpin Redaksi KompasTV
Kebangkitan sepak bola Jepang dimulai tahun 1992-1993, ditandai bergulirnya liga profesional J.League 15 Mei 1993.
Pengelolaan liga dilakukan secara modern meniru liga-liga profesional di Eropa.
Baca Juga: Pelajaran dari Pelatih Ekuador
Sebagai pemacu dan daya tarik, sejumlah klub mendatangkan bintang dan legenda sepak bola dunia.
Mereka antara lain top skor Piala Dunia 1986 Gary Lineker (Grampus Eight) dan gelandang elegan Brasil Zico (Kashima Antler).
Tujuannya satu, Jepang harus peserta Piala Dunia. Hanya dalam kurun waktu enam tahun, impian ini tercapai.
Jepang jadi peserta Piala Dunia pertama kalianya di Perancis 1998. Jepang lolos dengan mayoritas pemain yang berlaga di J.League dan pemain naturalisasi asal Brasil.
Pengelolaan dan manajemen liga yang benar-benar profesional, tanpa campur tangan politik, menjadikan sepak bola sebagai budaya dan gaya hidup warga. Pesepakbola pun menjadi cita-cita generasi muda Jepang.
Sekadar perbandingan, Indonesia memulai Liga 1 menggabungkan kompetisi Galatama dan Perserikatan tahun 1995, namun hingga bermain di Piala Dunia masih mimpi.
“Ini sebuah mimpi besar bermain di Piala Dunia 1998, saya sangat bangga dan percaya benar-benar mengubah hidup saya. Piala Dunia sangat spesial bagi saya dan juga bagi Jepang yang lolos pertama kalinya,” ungkap Wagner Lopes, mantan penyerang naturalisasi Jepang asal Brasil.
Sejak tahun 1998, Jepang tak pernah absen masuk Piala Dunia dan jadi salah satu raja Asia.
Pemainnya mulai diincar Liga Eropa, salah satunya Hidetoshi Nakata yang Direkrut Tim Serie A Perugia dan Kazuyoshi Miura (Genoa).
Hingga detik ini, pemain Jepang banyak bermain di Inggris, Jerman, Spanyol, Belanda atau Perancis.
Takdir bagi Jepang harus menghadapi juara lima kali Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026. Ibarat murid melawan guru. Pemain Brasil banyak direkrut klub J.League, bahkan ada yang dinaturalisasi.
“Bertahun-tahun lamanya, Brasil sangat mempengaruhi sepak bola Jepang sejak dimulainya J.League. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi Jepang mengalahkan mereka,” kata Marcus Tulio Tanaka, mantan bek timnas Jepang.
Baca Juga: Brasil Vs Jepang, Perebutan Tiket Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Digelar di Houston
Kondisi saat ini Jepang bukan lagi sebagai murid. Level sepak bolanya setara negara-negara Eropa atau Amerika Selatan.
Penulis : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- Sepak bola jepang
- Jepang
- sepak bola brasil
- Brasil
- Jepang vs Brasil
- sepak bola jepang dan brasil





