Emiten perbankan milik konglomerat Dato Sri Tahir, PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA), membidik pertumbuhan kredit sebesar 8% hingga akhir tahun.
Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk, Haryono Tjahjarijadi, mengatakan perseroan tetap akan memfokuskan penyaluran kredit ke segmen usaha kecil dan menengah (UKM) serta komersial di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Menurutnya, Bank Mayapada juga tetap membuka peluang untuk menyalurkan kredit ke segmen korporasi (wholesale) apabila terdapat prospek yang baik. Adapun ekspansi pada segmen UKM dan komersial akan dilakukan dengan memanfaatkan ekosistem grup dan anak perusahaan Bank Mayapada.
“Segala sesuatunya akan sangat bergantung dengan dukungan yang kita akan bisa dapat,” kata Haryono dalam paparan publik, Selasa (30/6).
Haryono mengatakan strategi perseroan masih tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit mengingat kondisi global yang masih belum menentu. Ia pun menjanjikan Bank Mayapada akan lebih selektif dalam melepas kredit.
Selain itu, ia menyebut kenaikan buaya pembayaan yang dialami perbankan saat ini turut berpotensi menggerus margin. Ia mengatakan Bank Mayapada akan berupaya menyalurkan kredit yang tidak hanya aman dan berkualitas, tetapi juga mampu memberikan margin yang baik.
Chief Financial Officer Bank Mayapada Internasional, Susan Liwang, mengatakan perseroan juga menargetkan laba setelah pajak (profit after tax) sebesar Rp 63,4 miliar pada 2026, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sekitar Rp 29 miliar.
Selain itu, Bank Mayapada juga menargetkan pertumbuhan total aset sebesar 9,84% pada 2026.
Sepanjang 2025, Bank Mayapada Internasional membukukan total aset sebesar Rp 163,82 triliun. Total aset produktif mencapai Rp 129,27 triliun, sementara penyaluran kredit bruto (gross credit) tercatat sebesar Rp 108,15 triliun.
Di sisi pendanaan, perseroan menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 138,78 triliun, yang terdiri dari giro sebesar Rp 5,84 triliun, tabungan Rp 10,97 triliun, dan deposito berjangka Rp 121,96 triliun. Adapun total liabilitas Bank Mayapada mencapai Rp 146,76 triliun, sedangkan total ekuitas tercatat sebesar Rp 17,06 triliun.
Keputusan RUPST 2026Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Dato' Sri Tahir
- Komisaris Independen: Kumhal Djamil
- Komisaris Independen: Da'i Bachtiar
Direksi:
- Direktur Utama: Hariyono Tjahjarijadi
- Wakil Direktur Utama: Chialmi Dialdestoro Rosalim
- Direktur: Rudy Mulyono
- Direktur: Yohanes Suhardi
- Direktur: Peter Suwardi.
Di samping itu, Selasa (30/6) MAYA menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa untuk tahun buku 2025. Dalam agenda penting itu, Mayapada kali ini tidak membagikan dividen. Pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 29,97 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 1 miliar atau sekitar 3,34% dari laba bersih ditetapkan sebagai dana cadangan. Sementara itu, sisa laba sebesar Rp 28,97 miliar akan dibukukan sebagai laba ditahan demi memperkuat struktur permodalan perseroan.
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pengkinian Recovery Plan Perseroan sesuai ketentuan POJK Nomor 5 Tahun 2024, yang mewajibkan bank umum menyusun dan menyampaikan Rencana Aksi Pemulihan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta memperoleh persetujuan pemegang saham.




