Bisnis.com, SURABAYA — Emiten produsen peralatan rumah tangga dan pipa plastik, PT Langgeng Makmur Industri Tbk. (LMPI), membukukan total penjualan sebesar Rp472 miliar sepanjang tahun buku 2025.
Direktur LMPI, Kosasih Koenawan, mengatakan performa tersebut mengalami koreksi sebesar 9,51% dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang senilai Rp521 miliar.
“Penurunan total omzet dipicu oleh melambatnya penyerapan pasar domestik. Penjualan domestik perseroan tercatat turun 9,74% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp519 miliar menjadi Rp469 miliar pada 2025,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (1/7/2026).
Secara sektoral, kata dia, penurunan di pasar dalam negeri bersumber dari divisi peralatan dapur aluminium yang terkoreksi 7,24% YoY menjadi Rp238 miliar, diikuti divisi peralatan rumah tangga plastik yang turun menjadi Rp96 miliar, serta divisi pipa, fitting, dan profil yang turun 10,54% YoY menjadi Rp129 miliar.
"Kendati pasar domestik melandai, perseroan sukses mencetak lonjakan signifikan pada ceruk pasar internasional. Penjualan ekspor LMPI meroket 42,44% YoY dari US$0,144 juta pada 2024 menjadi US$0,190 juta pada tahun 2025, dengan fokus negara tujuan ke kawasan Asia termasuk Timur Tengah dan Australia," ujarnya.
Memasuki kuartal I/2026, dia mengungkapkan, LMPI mulai menunjukkan sinyal pemulihan dengan mengantongi penjualan bersih akumulatif sebesar Rp69 miliar. Hasil ini setara dengan mengamankan 14,6% dari total realisasi penjualan tahun lalu.
Baca Juga
- Perkuat Likuiditas, Langgeng Makmur (LMPI) Jual Pabrik di Tangerang Rp160 Miliar
- Ekonomi Melambat, Penjualan Langgeng Makmur Industri (LMPI) Turun 4%
- Turun 4%, LMPI Catatkan Penjualan Rp124 Miliar pada Kuartal I/2025
Secara rinci, lanjut dia, omzet kuartal I/2026 dikontribusi oleh divisi peralatan dapur aluminium sebesar Rp23 miliar, sedangkan divisi peralatan rumah tangga plastik serta divisi pipa masing-masing menyumbang Rp26 miliar dan Rp20 miliar.
Dia tetap optimistis mengincar pertumbuhan ke depan seiring dengan besarnya potensi pasar produk konsumen dan infrastruktur di Indonesia.
"Potensi pasar produk PVC dan PE sangat besar, terutama didorong oleh proyek infrastruktur pemerintah yang membutuhkan saluran air bersih, irigasi, serta saluran air rumah tangga dari sektor swasta," ujarnya.
Di tengah optimisme ekspansi, dia menjelaskan manajemen LMPI menggarisbawahi sejumlah risiko makroekonomi eksternal yang diantisipasi ketat pada semester II/2026.
"Faktor risiko utama meliputi dampak eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah serta penutupan jalur logistik Selat Hormuz. Konflik tersebut memicu fluktuasi tajam pada harga minyak bumi internasional yang berimbas langsung pada pergerakan harga pokok bahan dasar produksi plastik dan pipa fitting," katanya.
Selain itu, menurutnya, tren perlemahan kurs rupiah terhadap dolar AS (USD) serta ketatnya persaingan produk plastik di pasar regional turut menjadi tantangan struktural perseroan.
Guna mempertahankan pangsa pasar, dia melanjutkan, perseroan menerapkan delapan strategi usaha taktis. Langkah utamanya mencakup peningkatan efisiensi biaya (cost efficiency) di semua lini perusahaan guna membentuk keunggulan kompetitif (competitive advantage), peremajaan sarana produksi, dan optimalisasi utilisasi aset.
Selanjutnya, dia menyebut perseroan mengombinasikan inovasi dan diversifikasi produk dengan penguatan jalur komunikasi pelanggan guna menjaring pergeseran selera konsumen secara berkesinambungan.
"Langkah ini dibarengi penjajakan kemitraan strategis baru dengan pelanggan potensial di sektor industri guna mengamankan volume penjualan jangka panjang," tuturnya.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





