HARIAN.FAJAR.CO.ID, ATLANTA—Inggris akan ditantang Kongo DR dalam duel bertajuk David versus Goliath di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Namun, Inggris tetap menghormati debutan itu saat mereka bersua di Stadion Mercedes-Benz, malam nanti.
Kewaspadaan tinggi itu digemakan langsung oleh Pelatih Inggris, Thomas Tuchel. Ia menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak memikirkan laga selanjutnya dan sepenuhnya fokus untuk pertandingan ini.
Sikap Tuchel bisa dimaklumi jika melihat bagaimana Kongo membuat pusing Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di babak penyisihan grup dan bahkan mampu mencuri satu poin.
Pertemuan dengan tuan rumah bersama Meksiko di Stadion Azteca bisa terjadi Minggu depan jika Inggris mengalahkan Kongo. Tetapi Tuchel menolak untuk membahas jalur menuju babak selanjutnya dan calon lawan mereka.
“Hanya ada satu pertandingan yang bisa kita fokuskan, yaitu pertandingan selanjutnya. Jika kita terbawa suasana dan mulai membicarakan kemungkinan babak 16 besar, kita hanya akan dihukum,” tegasnya dikutip dari BN.
Bagi Tuchel, tidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia. “Kita memiliki pertandingan yang sangat sulit. Saya mengerti pertanyaan Anda dan ingin membicarakannya, tetapi tidak, kita perlu tetap fokus,” ujarnya kepada wartawan.
DR Congo menempati rangking ke-41 dalam peringkat dunia FIFA dan memastikan lolos ke babak 32 besar dengan kemenangan comeback 3-1 melawan Uzbekistan di Atlanta.
Dan, melihat cara bermain mereka di fase grup, Inggris kemungkinan besar harus menembus pertahanan rapat lainnya setelah kesulitan melawan Panama dan gagal mengalahkan Ghana.
Tetapi, Tuchel cukup yakin timnya berkembang di turnamen ini. “Senang melihat momen-momen ini. Kita hanya bisa percaya dan mengandalkan pemain kita. Mereka terbiasa dengan momen-momen ini,” ujarnya.
“Mereka bermain di Liga Champions sampai final, mereka bermain di Liga Europa sampai final. Mereka tahu apa yang dibutuhkan. Kami memiliki keyakinan yang kuat dan kami memiliki kepercayaan,” tandasnya.
Di kubu Kongo, meski tak kehilangan respek pada The Three Lions, pelatih Sebastien Desabre, mengatakan dirinya sepenuhnya percaya pada timnya. Terutama karena sebagian besar pilar mereka bermain di Liga Inggris.
“Kami memiliki beberapa pemain dalam skuad yang bermain di klub-klub di liga Inggris, jadi mereka akan membantu kami, tetapi kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertandingan yang sangat besar bagi kami,” kata Desabre di Reuters.
Desabre berharap bahwa timnya bisa tampil kompak dan percaya diri. “Ini adalah skuad yang telah bersama selama empat tahun, dan kami selalu tetap percaya,” ujarnya.
Leopards, julukan Kongo yang akan bermain di babak sistem gugur untuk pertama kalinya, setelah tersingkir dari turnamen 1974 di babak grup – sebagai Zaire – dengan tiga kekalahan tidak punya masalah pemain.
Dengan begitu, Desabre dapat kembali ke formasi 5-3-2 yang ia gunakan melawan Portugal dan Kolombia setelah beralih ke 4-4-2 melawan Uzbekistan.
Jika itu terjadi, Brian Cipenga kemungkinan akan digantikan oleh bek tengah Steve Kapuadi. Sementara Cedric Bakambu dengan pengalamannya akan mendampingi Yoane Wissa yang sudah mencetak dua gol.
Sedangkan Inggris, pembicaraan menjelang laga terfokus pada posisi bek kanan setelah Jarell Quansah bergabung dengan Reece James di ruang perawatan karena cedera pergelangan kaki yang dialaminya saat melawan Panama.
Tanpa dua pemain itu, Tuchel tidak punya pilihan lain selain memainkan Djed Spence. Di luar area bek kanan, Inggris tidak punya masalah. Tuchel bisa memainkan semua pemainnya sesuai rencana yang disiapkan.
Harry Kane yang sedang mengejar rekor enam gol Gary Lineker di babak knockout Piala Dunia akan tetap memimpin lini serang tim Tiga Singa. Ia akan ditopang Jude Bellingham yang sudah mencetak dua gol. (amr)
Prakiraan pemain
Inggris (4-2-3-1): Pickford; Spence, Konsa, Guehi, O’Reilly; Anderson, Rice; Saka, Bellingham, Rashford; Kane
DR Kongo (5-3-2): Mpasi-Nzau; Wan-Bissaka, Tuanzebe, Mbemba, Kapuadi, Masuaku; Moutoussamy, Sadiki, Kayembe; Wissa, Bakambu





