Asuransi Tri Pakarta (Tripa): Konsolidasi Asuransi BUMN Tak Ganggu Kompetisi Pasar

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Tri Pakarta (Tripa) menilai konsolidasi perusahaan asuransi milik negara atau BUMN yang berada di bawah naungan Indonesia Financial Group (IFG) tidak akan mengubah pembagian pasar ataupun mengurangi peluang bisnis asuransi swasta. 

Direktur Utama Asuransi Tripa G. C Koen Yulianto mengatakan semua perusahaan asuransi memiliki peluang pasar yang sama. Menurutnya, pemerintah melalui Danantara melakukan konsolidasi karena untuk efisiensi, penguatan modal, hingga kesehatan finansial perusahaan itu sendiri.

“Jadi, rasa-rasanya enggak ya [merasa pasar dikonglomerasi oleh BUMN]. Soal pasar, itu kan bebas. Artinya asuransi lain menurut saya juga selama ini sudah berjalan ya, jadi kompetisi bidding di asuransi umum juga modelnya tidak satu dikuasai, enggak, kan,” tuturnya kepada wartawan di Kantor Tripa, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Justru, lanjutnya, perusahaan asuransi kerap berbagi risiko dengan co-insurance atau antar sesama perusahaan asuransi umum lain. Sebab itu, dia berpendapat konsolidasi asuransi BUMN bertujuan untuk menguatkan sistem perusahaan.

“Kemudian modalnya, tata kelolanya, bisnisnya mungkin yang kurang bagus menjadi bagus ya, kan ada BUMN yang bagus ada yang enggak. Itu kan dengan dikonsolidasi mereka lebih lebih baik gitu menurut saya sih begitu ya,” jelasnya.

Dia melanjutkan, khusus untuk Asuransi Tripa sendiri saat ini sudah masuk dalam konglomerasi Bank Negara Indonesia (BNI), tetapi keuangannya tidak terkonsolidasi. Sebab itu, Koen beranggapan tata kelola Asuransi Tripa pun diharapkan seperti perusahaan BUMN lainnya.

“Kita diminta mengikuti tata kelola BNI baik dari sisi auditnya, dari GCG-nya, dari tata kelolanya, perhitungan risikonya kemudian komite-komite itu kita ngikut persis mereka yang buat,” bebernya.

Oleh karena itu, Koen turut menekankan bahwa sejauh ini Asuransi Tripa tidak ikut dalam konsolidasi asuransi BUMN karena tidak dimiliki langsung oleh BUMN. Asuransi Tripa dimiliki oleh Dana Pensiun BNI.

“BNI sebagai BUMN tidak memegang saham kita langsung. Nah yang saya tahu info konsolidasi Danantara kan yang memang anak perusahaan BUMN langsung, jadi yang berbasis dana pensiun sepertinya tidak masuk dalam perencanaan, tetapi saya enggak tahu ya ke depannya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sepanjang 2025 Asuransi Tripa membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp1,57 triliun, tumbuh 9,52% (year on year/YoY) sepanjang 2025. Nilai tersebut mencapai 131,70% dari target RKAP 2025.

Sementara itu, hasil jasa asuransi bersih tercatat Rp149,44 miliar atau mencapai 277,74% dari target RKAP. Kemudian, laba setelah pajak sebesar Rp78,33 miliar atau 112,10% dari target yang ditetapkan.

Sementara itu, pendapatan investasi yang mencapai Rp71,75 miliar, tumbuh 13,85% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp4,37 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gol Telat Erling Haaland Antar Norwegia ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Pantai Gading Pulang Kampung
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dokter Icha Bunuh Diri Diduga Dipicu Intimidasi Anggota DPRD
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lesca Gadai Premier buka alternatif pendanaan dengan privasi tinggi
• 47 menit laluantaranews.com
thumb
Foto: China Pamer Robot Humanoid dengan Kulit Silikon dan Suara Alami
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Dukung Kemajuan Sepakbola di Jawa Barat, Persib Bandung Gandeng PSGC Ciamis jadi Klub Satelit di Divisi Championship
• 37 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.