JAKARTA, DISWAY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona hijau pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026, setelah sehari sebelumnya mengalami tekanan sepanjang sesi perdagangan.
Pada penutupan sesi I, IHSG menguat 47,39 poin atau 0,84 persen ke level 5.690,58.
Penguatan ini menjadi sinyal positif bagi pasar setelah pelemahan yang terjadi pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026.
BACA JUGA:MAMAMOO Gelar Konser di Jakarta 19 September 2026, Berapa Harga Tiketnya?
Terkini, IHSG menutup sesi I perdagangannya dengan menghijau sebanyak 47,39 poin, atau setara dengan 0,84 persen ke level 5.690,58.
Tidak hanya itu. Penguatan serupa pun juga turut dialami oleh kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang juga turut menguat mendekati penutupan sesi I.
Dalam hal ini, Indeks LQ45 terpantau menghijau sebanyak 5,01 poin, atau menguat sebesar 0,90 persen ke level 558,11.
Masih Rawan Melemah
Kendati begitu, para Analis juga memprediksi bahwa investor juga akan turut membatasi ruang geraknya untuk memantau pergerakan kebijakan domestik.
BACA JUGA:Prabowo Sebut Dapur MBG Milik Polri Diakui Lembaga Internasional
Terkini, kembali merenggangnya hubungan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menjadi alasan dibalik terancamnya pergerakan pasar modal.
"Sentimen negatif disebabkan oleh masih terbatasnya risk appetite (tingkat keberanian mengambil risiko) dari investor sembari mencermati perkembangan kebijakan domestik, serta arah arus dana asing," jelas Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, pada Rabu, 1 Juli 2026.
Selain itu di sisi lain, candle terakhir IHSG secara teknikal masih berbentuk bearish engulfing (bearish pattern), masih di bawah MA5 dan MA20, indikator Stochastic dead cross.
Sehingga dengan demikian, pergerakan IHSG pada Rabu ini diperkirakan akan mengalami pelemahan.
BACA JUGA:Dukung SDGs dan ESG, Pegadaian Fasilitasi Khitanan Massal Gratis bagi Anak-anak Prasejahtera
- 1
- 2
- »





