Pedestrian Deck Dukuh Atas Siap Manjakan Pengguna Transum dan Pejalan Kaki

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Infrastruktur yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) itu diproyeksikan menjadi penghubung utama antarmoda transportasi sekaligus memperkuat kawasan Dukuh Atas sebagai pusat mobilitas perkotaan.

Pencanangan pembangunan dilakukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Proyek tersebut ditargetkan selesai akhir 2028.

BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 1 Juli 2026, Simak Syarat Perpanjangnya!

Keberadaan pedestrian deck menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki yang selama ini masih harus berpindah moda dengan berjalan cukup jauh, menyeberangi jalan, hingga terpapar panas maupun hujan.

Pramono mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat sistem transportasi umum (transum) Jakarta yang semakin terintegrasi.

Menurutnya, kawasan Dukuh Atas merupakan simpul transportasi paling strategis di ibu kota karena mempertemukan berbagai moda angkutan massal dalam satu kawasan.

"Jakarta saat ini telah menjadi salah satu kota dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu kami terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk memperkuat konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik," ujar Pramono, Minggu 21 Juni 2026.

BACA JUGA:Awkarin Kooperatif, Serahkan Uang yang diterimanya Usai Diperiksa Terkait Hanania Group

Pedestrian deck Dukuh Atas akan menghubungkan enam moda transportasi sekaligus, yakni MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Transjakarta, dan LRT Jakarta.

Selama ini perpindahan antarmoda di kawasan tersebut mengharuskan pengguna keluar masuk stasiun, menyeberang jalan, hingga berjalan cukup jauh untuk mencapai moda berikutnya.

Kondisi tersebut dinilai kurang nyaman, terutama saat cuaca ekstrem maupun jam sibuk.

Dengan adanya pedestrian deck, proses perpindahan antarmoda akan berlangsung lebih mulus (seamless).

Jalur pejalan kaki dibuat saling terhubung sehingga pengguna tidak lagi harus melewati banyak titik penyeberangan maupun ruang terbuka.

Konsep pembangunan tersebut sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta memperbanyak ruang publik yang aman, nyaman, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • »
  • Last

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tok! Bahlil Umumkan Tarif Listrik Tak Naik
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Deretan Rekor Erling Haaland usai Bobol Gawang Pantai Gading di Piala Dunia 2026
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Hari Bhayangkara Ke-80, Sekjen Perindo Tegaskan Peran Strategis Polri Kawal Pembangunan
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Dedi Mulyadi Puji Respons Cepat Kapolda Jabar Tangani Aduan Masyarakat
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Tingkatkan Kepercayaan, BEI Dukung Bank Jakarta Kejar Pertumbuhan Berkualitas
• 41 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.