JAKARTA, KOMPAS.TV - Kabar baik datang untuk industri penerbangan nasional. PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga bahan bakar pesawat atau avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 1 Juli 2026.
Penurunan harga avtur mencapai 14 persen atau sekitar Rp3.000 per liter. Dari sebelumnya Rp22.190 per liter pada Juni 2026, kini harga avtur menjadi Rp19.190 per liter.
Kebijakan ini langsung memunculkan pertanyaan di masyarakat: apakah harga tiket pesawat juga akan ikut turun?
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan penyesuaian harga dilakukan mengikuti perkembangan harga minyak dunia serta mekanisme yang berlaku.
"Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya, langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," ujar Kitty dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga: Kapolri Anugerahkan Medali Kehormatan Loka Praja Samrakshana ke Presiden Prabowo di HUT Bhayangkara
Secara umum, avtur merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar maskapai penerbangan. Karena itu, penurunan harga avtur berpotensi memberikan ruang bagi maskapai menekan biaya operasional.
Namun, dampaknya terhadap harga tiket tidak selalu terjadi secara langsung. Penentuan tarif penerbangan juga dipengaruhi berbagai faktor lain seperti permintaan penumpang, biaya bandara, kurs mata uang, hingga strategi bisnis masing-masing maskapai.
Turunnya harga avtur menjadi kabar positif bagi maskapai yang dalam beberapa bulan terakhir menghadapi tekanan biaya akibat gejolak harga energi global.
Harga avtur yang lebih rendah berpotensi meningkatkan efisiensi operasional penerbangan domestik, khususnya pada rute-rute dengan frekuensi penerbangan tinggi dari Bandara Soekarno-Hatta.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari maskapai mengenai kemungkinan penyesuaian tarif tiket pascapenurunan harga avtur tersebut.
Yang pasti, biaya bahan bakar yang lebih rendah dapat menjadi faktor pendukung agar kenaikan harga tiket tidak semakin tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- harga avtur
- tiket pesawat
- avtur turun
- pertamina avtur
- bandara soetta
- harga bbm





