jpnn.com - JAKARTA - PDI Perjuangan telah berkirim surat kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang.
Ada tiga poin tertuang dalam surat yang diteken Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Komarudin Watubun.
BACA JUGA: Efisiensi MBG, Purbaya Bakal Pantau Langsung Implementasi Program
Satu di antaranya, permohonan permintaan data nama-nama kader PDIP yang terhubung langsung atau tidak dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Nama-nama individu, badan usaha, yayasan, koperasi maupun pihak lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG dan patut diduga memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan kader PDIP," bunyi surat DPP PDIP kepada Nanik seperti dikutip pada Rabu (1/7).
BACA JUGA: PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD yang Terseret Kasus Dokter Icha
PDIP juga meminta dibukanya data bentuk keterlibatan dari pihak partai berkelir merah dalam pelaksanaan program MBG.
Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu juga memohon data pendukung lainnya yang relevan dan dapat digunakan untuk kepentingan klarifikasi serta penegakan disiplin organisasi.
BACA JUGA: Cegah Anggaran Bocor, Peneliti BRIN Sodorkan 4 Langkah Strategis Benahi Program MBG
"Data dan informasi yang diberikan akan digunakan semata-mata untuk kepentingan internal organisasi dalam rangka penegakan etika dan disiplin partai."
Surat untuk Nanik tersebut terbit setelah adanya aturan internal yang menginstruksikan seluruh kader PDIP untuk tidak memanfaatkan program MBG guna memperoleh keuntungan finansial.
"Dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan dan penegakan disiplin internal partai, DPP PDIP memohon bantuan untuk memberikan data dan informasi yang diperlukan," demikian pernyataan PDIP.
Selain itu, surat untuk Nanik disampaikan karena berkembang informasi mengenai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG berkaitan PDIP.
"Diperlukan langkah-langkah klarifikasi dan verifikasi internal partai terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kader partai." (ast/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Aristo Setiawan




