Liputan6.com, Jakarta - Di tengah semakin kompleksnya tantangan global, Indonesia kembali menunjukkan kiprah putra-putri terbaiknya di panggung internasional.
Akademisi sekaligus Pakar Hukum Indonesia Fatma Ulfatun Najicha, Dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sekaligus Ketua Pusat Studi Hukum Kebijakan Publik dan Energi LPPM UNS, dipercaya mewakili Indonesia setelah melalui proses seleksi yang kompetitif sebagai delegasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemuda Eropa 2026 yang berlangsung pada 5–8 Juni 2026 di Jenewa, Swiss.
Advertisement
Keikutsertaan Fatma bukan sekadar representasi individu, melainkan membawa semangat, gagasan, dan komitmen Indonesia dalam forum internasional yang mempertemukan 210 delegasi terpilih dari berbagai negara di dunia.
Forum bergengsi ini menjadi ruang strategis bagi para pemimpin muda dunia untuk membangun dialog, memperkuat diplomasi, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan global melalui kolaborasi lintas negara.
Di tengah bendera-bendera berbagai bangsa yang berkibar di Jenewa, Merah Putih turut hadir melalui kontribusi nyata Indonesia dalam percakapan global mengenai masa depan dunia.
Kehadiran Fatma menjadi bukti bahwa kapasitas akademik, kepemimpinan, dan integritas sumber daya manusia Indonesia mampu berdiri sejajar dengan para pemimpin muda dunia. Dalam keterangannya, Fatma menegaskan, KTT Pemuda Eropa 2026 memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar forum seremonial.
"Forum ini merupakan platform strategis untuk membangun dialog, memperkuat kolaborasi internasional, mengembangkan kapasitas kepemimpinan, sekaligus merajut persahabatan lintas bangsa demi menghadirkan solusi bagi tantangan global," ujar Fatma.




