Potongan Komisi 8 Persen: Penumpang Bayar Rp 20.300, Ojol Terima Rp 18.676

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Potongan komisi ojek online (ojol) sebesar 8 persen resmi mulai berlaku pada Rabu (1/7/2026).

Kompas.com menjajal menaiki ojol dari Sarinah menuju Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran dan dikenakan tarif sebesar Rp 20.300.

Sementara aplikasi milik pengemudi, tercatat pendapatan bersih yang diterima Rp 18.676.

Berdasarkan hitungan tersebut, potongan komisi aplikasi sebesar 8 persen atau senilai Rp 1.624.

Baca juga: Dilema Pengguna Ojol soal Potongan 8 Persen: Bagus Buat Driver, tapi Tarif Jangan Mahal

Dalam layar aplikasi driver tertulis keterangan persentase pendapatan yang diterima yakni 92 persen dari biaya perjalanan (bebas biaya langganan).

Meskipun potongan komisi aplikasi mengecil, mitra pengemudi justru merasakan adanya penurunan tarif dasar atau argo minimal.

Wahyu (34), pengemudi ojol menyebut pendapatan bersihnya per perjalanan terasa menurun.

"Awalnya tarif minimal dari Rp 10.400 jadi Rp 10.250. Jadi potongan 8 persen ini bukannya bikin naik, malah nambah kacau," ujar Wahyu, Rabu (1/7/2026).

DIa meminta manajemen perusahaan memeriksa kondisi driver di lapangan sebenarnya. 

"Pengennya orang atas itu ngecek ke lapangan, jangan di dalam melulu biar tahu gimana keadaan driver-drivernya," ucap dia.

Kondisi serupa dirasakan Leman (52), pengemudi ojol yang mangkal di dekat Stasiun MRT Fatmawati, mendapati pendapatan per perjalanan untuk jarak pendek kini berkurang ke angka Rp 10.200.

"Harapan kita dari Rp 10.400 bisa naik ke Rp 11.000 atau Rp 12.000 karena potongan turun, tapi ternyata malah turun ke Rp 10.200. Kita belum pernah menerima uang segitu sebelumnya," kata Leman.

Baca juga: Banyak Biaya Promo Lainnya, Hitungannya Tetap Rugi Curhat Ojol soal Potongan Komisi 8 Persen

Andrian (27), pengemudi lainnya, menekankan bahwa secara teori pengemudi seharusnya menerima bersih 92 persen dari biaya perjalanan.

Namun, ia mengaku masih menunggu laporan pendapatan harian untuk memastikan tidak ada biaya tambahan lain.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kebijakan utamanya kan driver terima 92 persen. Cuma kita tidak tahu ada biaya layanan aplikasi atau apa lagi. Tinggal kita lihat besoknya itu gimana hasilnya, sesuai atau tidaknya kan kita belum tahu karena baru mulai hari ini," tutur Andrian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai 5 Peserta Tewas, Kemenhan Hapus Latihan Senjata bagi Calon Manajer KDMP
• 3 jam lalunarasi.tv
thumb
Hari Bhayangkara Ke-80, Prabowo Anugerahkan Samkaryanugraha Nugraha Sakanti kepada 2 Satker dan 10 Polda
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Kontroversi MBG, Kepemimpinan BGN dan Disrupsi Hijau Ekonomi RI
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
3 Saksi Diperiksa di Sidang Praperadilan Roy Suryo
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.