PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mempercepat transformasi digital melalui penguatan platform ritel BYOND by BSI dan layanan korporasi BEWIZE.
IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mempercepat transformasi digital melalui penguatan platform ritel BYOND by BSI dan layanan korporasi BEWIZE seiring rampungnya modernisasi sistem core banking perseroan.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan modernisasi teknologi tersebut menjadi fondasi penting bagi BSI untuk mengakomodasi pertumbuhan bisnis dan jumlah nasabah hingga beberapa tahun ke depan.
Saat ini BSI memiliki sekitar 24 juta nasabah dan menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 40 juta nasabah pada 2030. Menurut Anggoro, penguatan infrastruktur teknologi dilakukan agar BSI mampu memberikan kualitas layanan digital yang setara dengan bank-bank besar nasional, terutama setelah resmi menjadi bagian dari kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Migrasi core banking dari R10 ke R24 yang rampung pada pertengahan Mei 2026 menjadi salah satu proyek teknologi terbesar BSI dengan melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi.
"Seluruh proses dilakukan secara bertahap melalui berbagai rehearsal, dengan pengawasan OJK dan Danantara untuk memastikan implementasi berjalan aman, terkendali, dan transparan," ungkapnya di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Transformasi tersebut meningkatkan efisiensi operasional hingga sekitar 80 persen, mempercepat proses Close of Business (COB), serta memperbesar kapasitas sistem untuk mendukung ekspansi bisnis digital dan inovasi produk.
Dengan kapasitas baru tersebut, BSI menyiapkan pengembangan berbagai fitur baru pada aplikasi BYOND by BSI yang ditujukan bagi nasabah individu. Perseroan menargetkan aplikasi tersebut menjadi pusat layanan keuangan syariah yang lebih lengkap dan personal.
Sejumlah fitur yang tengah disiapkan antara lain tabungan haji dengan setoran rutin otomatis, integrasi layanan Hasanah Card, pengembangan transaksi emas, hingga peningkatan layanan digital onboarding dan video banking.
"Di sisi lain, BSI juga memperkuat BEWIZE sebagai platform digital untuk segmen institusi dan korporasi. Melalui layanan tersebut, pelaku usaha dapat mengelola transaksi keuangan, pembayaran, invoice, hingga kebutuhan pembiayaan secara lebih terintegrasi," lanjutnya.
Menurut Anggoro, BYOND akan menjadi mesin pertumbuhan pada segmen individu, sementara BEWIZE akan menjadi tulang punggung layanan digital bagi nasabah institusi dan korporasi.
"Keduanya akan menjadi engine pertumbuhan BSI ke depan, didukung oleh sistem yang lebih cepat, lebih stabil, dan memiliki ruang pengembangan yang jauh lebih besar," ujar Anggoro.
Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun, sementara BEWIZE terus mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi sebagai penggerak bisnis wholesale.
"Dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat bersama Danantara, transformasi teknologi yang telah selesai, serta model bisnis yang terus berkembang, BSI optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif," kata Anggoro.
BSI menilai transformasi digital tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat pengalaman nasabah melalui layanan yang terintegrasi, berbasis data, dan tersedia setiap saat atau always on.
Transformasi teknologi dan ekspansi bisnis tersebut tercermin pada kinerja keuangan BSI yang tetap solid. Hingga Mei 2026, BSI membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen (YOY). Total aset mencapai Rp444 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp372 triliun, dan pembiayaan sebesar Rp335 triliun dengan kualitas terjaga.
(Shifa Nurhaliza Putri)





