JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Marsekal TNI (HOR) Donny Ermawan Taufanto mengatakan, latihan untuk calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kini dipangkas menjadi dua minggu saja.
Sebab, para calon manajer Kopdes hanya menjalani pendidikan Bela Negara, bukan latihan dasar militer (latsarmil) untuk menjadi Komponen Cadangan (Komcad) lagi.
"Dari segi waktu juga berkurang, yang tadinya Komponen Cadangan selama satu bulan, ini Bela Negara juga kami perpendek menjadi dua minggu," ujar Donny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Donny menjelaskan, para calon manajer Kopdes tidak akan mengangkat senjata dan diajari taktik militer lagi.
Baca juga: Wamenhan Ungkap Penyebab 5 Calon Manajer Kopdes Tewas: Perubahan Pola Hidup, Sipil Masuk Barak
Menurutnya, calon manajer Kopdes hanya dibekali pelajaran terkait dengan nasionalisme, patriotisme, dan kedisiplinan waktu saja.
"Kita memberikan pelajaran mereka terkait dengan kepemimpinan lapangan bagaimana mereka nantinya memimpin koperasi tersebut," ucapnya.
"Manajer tentunya mempunyai beberapa staf yang harus mereka pimpin. Bagaimana melatih kebersamaan dan kerja sama. Nah itulah nilai-nilai itu yang akan kami berikan," sambung Donny.
Setelah menyelesaikan pendidikan Bela Negara selama dua minggu, calon manajer Kopdes akan menjalani pendidikan dan pelatihan manajerial di masing-masing kementerian terkait, antara Kementerian Koperasi atau Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Mereka, kata Donny, akan menjalani pelatihan manajerial itu selama satu bulan.
Baca juga: Calon Manajer Kopdes yang Meninggal Dapat Santunan, dari Rp 92 Juta hingga Rp 168 Juta
"Kalau yang ke koperasi mereka akan lebih banyak diberikan materi modul-modul terkait dengan koperasi, kalau yang kampung nelayan mereka akan diberikan modul-modul terkait dengan kampung nelayan tersebut," paparnya.
Meski demikian, Donny menyebut calon manajer Kopdes akan tetap belajar di satuan pendidikan (satdik) yang sama.
"Namun tempat pembelajaran, tempat pendidikan tetap di 67 satdik tersebut cuma waktunya saja yang berubah. Nah itu adalah terkait dengan kami telah merevisi program tersebut," imbuh Donny.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




