Kementerian Pertahanan (Kemhan) memangkas waktu pelatihan kedisiplinan dan kepemimpinan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi dua pekan.
Sebelumnya latihan dasar militer (latsarmil) yang diarahkan untuk komponen cadangan (komcad) itu berdurasi 1,5 bulan.
Donny Ermawan Wakil Menteri Pertahanan mengatakan, konsep pelatihan itu diganti menjadi Pelatihan Bela Negara dan durasinya dipersingkat.
“Tempat pembelajaran, tempat pendidikan tetap di 67 satdik (satuan pendidikan TNI) tersebut cuma waktunya saja yang berubah. Nah, itu adalah terkait dengan kami telah merevisi program tersebut,” ujar Donny usai rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (1/7/2026) melansir Antara.
Setelah pelatihan Bela Negara selesai, menurut Donny, peserta akan fokus pendidikan manajerial selama satu bulan.
Nantinya, peserta akan dididik oleh Kementerian Koperasi dan juga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sesuai dengan program koperasi desa maupun koperasi nelayan.
“Dari Kementerian Koperasi sudah menyiapkan modul-modulnya demikian juga yang dari KKP juga sudah menyiapkan modul-modul pembelajaran,” kata Donny.
Dony menjelaskan, perubahan durasi pelatihan itu merupakan hasil dari evaluasi yang dilakukan Kemhan terhadap program latsarmil sesudah ada lima peserta SPPI yang meninggal dunia.
Sementara itu, Dave Laksono Wakil Ketua Komisi I DPR RI mengatakan, program Koperasi Merah Putih itu memiliki niatan yang akan memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan mikro dan makro ekonomi nasional.
Oleh karena itu, dia meminta program tersebut harus dijalankan secara baik agar tidak memiliki dampak yang buruk kepada citra Pemerintah dan juga kepada niatan-niatan tulus yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kami sudah sangat memahami dan ini menjadi masukan yang luar biasa untuk menyempurnakan program yang amat mulia ini,” kata Dave.(ant/wld/rid)




